Peristiwa vulkanik tersebut menghasilkan reruntuhan batuan gunung api seperti breksi gunung api, aglomerat dan lava.
Baca Juga: Garam dapur bisa jadi pupuk organik dan pembasmi gulma, caranya begini
Batuan tersebut kemudian terkekarkan dan tersesarkan, hingga membentuk morfologi kubah.
Secara keseluruhan, di Gunung Kidul terdapat 10 geosite, yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran, Gua Pindul, Kawasan Kalisuci, Luweng Jumbleng.
Kemudian, di Pantai Siung Wediombo, Lembah Kering Purba Sadeng, Air Terjun Bleberan, Goa Jlamprong, dan Luweng Cokro.
Dari semua situs geologi di Gunung Kidul itu telah sejak lama pula menjadi objek wisata yang terkenal.
Lalu pada 19 September 2015, kawasan Gunung Api Purba Gunung Sewu Gunung Kidul ditetapkan sebagai salah satu bagian dari Global Geoparks Network (GGN) oleh UNESCO.
Namun, tak hanya upaya pariwisata yang dilakukan Pemkab Gunung Kidul untuk menjaga agar status GGN tidak dicabut karena dianggap tidak terawat.
Namun juga upaya lain yang bermanfaat, seperti membuat embung atau danau buatan di Nglanggeran.
Embung itu dibuat dengan memotong bagian pucuk sebuah gunung kecil atau bukit yang semula bernama Gunung Gandu.
Danau buatan itu lalu dinamai Embung Nglanggeran, yang selain sebagai embung tadah hujan, juga dialiri air dari Sumber Sumurup kawasan Gunung Api Purba. ***(KKT)
Artikel Terkait
Melintasi Langit Himalaya: Keindahan dan Tantangan di Gunung Everest, Nepal-Tibet
Wisata pantai di Kota Sharm El Sheikh Mesir, Gunung Sinai ada di Sini
Wisata Gunung Matterhorn di perbatasan Swiss dan Italia
Gunung K2 di perbatasan Pakistan dan Cina yang menantang
Eksplorasi Gunung Aconcagua di Argentina, menggapai puncak tinggi yang megah
Destinasi wisata mengagumkan di Kota Rio de Janeiro Brazil, tidak hanya pantai dan gunung
Wisata sejarah dan budaya di Keraton Yogyakarta yang kaya tradisi dan filosofi
Dibuka Maret 2023, Kawasan Tua Addoho di Riyadh Arab Saudi menawarkan wisata sejarah peradaban gurun abad 18