WartaPesona.com - Gunung Api Purba Nglanggeran di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, masih menjadi daya tarik wisatawan.
Berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, Gunung Api Purba Nglanggeran Gunung Kidul menjadi tempat indah menyaksikan sunrise dan sunset yang menawan.
Sempat popular pada tahun 2015, Gunung Api Purba Nglanggeran Gunung Kidul hingga kini terus berkembang semakin cantik dengan berbagai penataan dan penambahan fasilitas.
Adanya embung atau danau buatan di atas salah satu puncak pegunungan api purba Nglanggeran, juga semakin tampak memikat.
Baca Juga: Hebat, Polwan asal Jawa Timur ini raih lima besar lulusan terbaik Akademi Kepolisian Turki
Namun, pengunjung yang ingin mencapai puncak gunung api purba Nglanggeran ini harus menempuh pendakian ringan yang sedikit melelahkan.
Kawasan puncak Gunung Api Purba Nglanggeran ini cukup lapang, sehingga memungkinkan pengunjung leluasa menikmati panorama alam dari atas ketinggian.
Dari puncak tersebut, pengunjung bisa menikmati jajaran Pegunungan Seribu Gunung Kidul, dan megahnya puncak Gunung Lima Jari di kejauhan.
Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan salah satu dari 12 geosite yang ada di Gunung Kidul.
Geosite atau titik lokasi geopark yang ada di Gunung Kidul ini menjadi pintu masuk kawasan geopark internasional yang ada di sejumlah kawasan di Gunung Kidul-Yogyakarta, Wonogiri-Jawa Tengah, dan Pacitan-Jawa Timur.
Baca Juga: Cara mencegah dan menghilangkan semut yang mengganggu dengan bahan alami
Geosite atau situs geologi di Gunung Kidul menjadi menarik karena merupakan batuan vulkanik yang tersusun alamiah dari proses pembekuan pada 60 juta tahun lalu.
Seperti diketahui, Gunung Kidul merupakan kawasan perbukitan karst yang dikenal dengan julukannya sebagai Pegunungan Seribu atau Gunung Sewu.
Jajaran gunung-gunung batu di Gunung Kidul membentang ke arah utara dan timur meliputi kawasan Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, dan Pacitan Jawa Timur.
Dalam sejarahnya, Gunung Sewu atau geopark di Gunung Kidul terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung api yang berlangsung sekitar 20 juta tahun lalu, atau Akhir Miosen Awal.
Artikel Terkait
Melintasi Langit Himalaya: Keindahan dan Tantangan di Gunung Everest, Nepal-Tibet
Wisata pantai di Kota Sharm El Sheikh Mesir, Gunung Sinai ada di Sini
Wisata Gunung Matterhorn di perbatasan Swiss dan Italia
Gunung K2 di perbatasan Pakistan dan Cina yang menantang
Eksplorasi Gunung Aconcagua di Argentina, menggapai puncak tinggi yang megah
Destinasi wisata mengagumkan di Kota Rio de Janeiro Brazil, tidak hanya pantai dan gunung
Wisata sejarah dan budaya di Keraton Yogyakarta yang kaya tradisi dan filosofi
Dibuka Maret 2023, Kawasan Tua Addoho di Riyadh Arab Saudi menawarkan wisata sejarah peradaban gurun abad 18