Pihaknya mengklaim, bahwa dari studi yang dilakukan rerata wisatawan di Jawa Tengah mengeluarkan dana Rp3,6 juta untuk ongkos berwisata.
Sementara itu terkait menurunnya jumlah wisatawan lokal ke Jawa Tengah, pihaknya menduga karena ada perubahan tren.
Dia mengatakan, perubahan tren kunjungan wisatawan lokal tersebut antara lain karena euforia warga yang cenderung memilih bersilaturahmi ke sanak famili.
Sedangkan faktor melonjaknya jumlah wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah tahun 2023 ini, disinyalir karena telah dibukanya penerbangan internasional.
Bahkan, di Jawa Tengah dan DIY ada tiga bandara udara, yaitu Ahmad Yani dan Adi Soemarmo di Jawa Tengah, dan Bandara YIA yang dekat dengan Borobudur.
"Selain itu juga adanya promosi ke luar negeri dan pelonggaran protokol Covid-19," kata Setyo Irawan, memungkas. ***(KKT)
Artikel Terkait
Mengembangkan Potensi Bisnis di Era Digital untuk UMKM
SPORTIVE 2023: Event Olahraga Internasional untuk Wisatawan selama Bulan Mei 2023. Ajang Olahraga Apa Saja?
Jadwal dan Cara Daftar Beasiswa BPI 2023, Lengkap dengan Link Pendaftaran