Rahasia Manis di Balik Kelezatan Iki Chocolate: Nikmati Sensasi Cokelat yang Tidak Terlupakan

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 10 April 2023 | 15:24 WIB
Iki Chocolate mendapat kunjungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno, dalam acara kolaborasi event Jakcloth dan Muslim Market yang diselenggarakan di JCC Senayan Jakarta (Instagram : sandiuno)
Iki Chocolate mendapat kunjungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno, dalam acara kolaborasi event Jakcloth dan Muslim Market yang diselenggarakan di JCC Senayan Jakarta (Instagram : sandiuno)

Dengan kualitas yang terjamin dan cita rasa yang lezat, tidak heran jika Iki Chocolate menjadi salah satu cokelat asli Indonesia yang terkenal dan diminati oleh banyak orang.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera nikmati kelezatan cokelat Indonesia dengan memilih varian Iki Chocolate yang paling Anda sukai.

Harga Iki Chocolate ini adalah mulai sekitar 30ribu rupiah, kamu bisa jumpai di marketplace seperti Shopee.

Sejarah Coklat

Chocolate atau cokelat memiliki sejarah panjang yang berasal dari Amerika Selatan. Pada masa lalu, bangsa Aztec di Meksiko telah mengenal dan menghargai biji kakao sebagai makanan suci para dewa.

Baca Juga: Jalur Sulit Menuju Curug Citambur, Namun Pemandangan Tak Terlupakan Menjadi Daya Tarik Wisata, 'Rumah Surga'

Bahkan, mereka memberikan nama "theobroma" yang berarti "makanan dewa" dalam bahasa Yunani, untuk menghormati biji kakao tersebut.

Suku Aztec memandang biji kakao sebagai sesuatu yang sangat berharga dan langka, bahkan dijadikan sebagai mata uang untuk perdagangan. Mereka juga menggunakan biji kakao dalam upacara-upacara keagamaan dan ritual-ritual penting.

Salah satu upacara penting yang melibatkan biji kakao adalah acara pernikahan, dimana pengantin pria memberikan minuman cokelat kepada pengantin wanita sebagai simbol cinta dan kasih sayang.

Baca Juga: Bertumbuh Dengan Father Hunger: Bagaimana Beberapa Orang Bisa Mengatasi Pengalaman Kehilangan Ayah? Pelajari!

Selain itu, bangsa Aztec juga mencampurkan biji kakao dengan berbagai bahan lain, seperti madu, cabe, dan rempah-rempah, untuk membuat minuman cokelat yang lezat dan menyehatkan.

Mereka percaya bahwa minuman cokelat dapat meningkatkan stamina dan memberikan kekuatan fisik serta mental.

Dalam perjalanan sejarahnya, biji kakao kemudian dikenal oleh bangsa Eropa dan menjadi komoditas perdagangan yang sangat penting. Pada abad ke-16, cokelat mulai diproduksi secara massal di Spanyol dan menjadi minuman favorit para bangsawan dan raja-raja di Eropa.

Baca Juga: Jadwal Imsak Hari Ini untuk DKI Jakarta

Sejak saat itu, cokelat terus berkembang dan menjadi salah satu makanan paling populer di dunia.

Meskipun proses produksinya telah mengalami banyak perubahan, biji kakao tetap menjadi bahan dasar utama pembuatan cokelat.

Sehingga, hingga saat ini cokelat masih menjadi makanan yang sangat digemari oleh banyak orang di seluruh dunia.*** (AA)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X