Travel in Style : Keagungan Danau Toba dan Kekayaan Tiga Budaya Suku Batak

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Sabtu, 25 Maret 2023 | 14:09 WIB
Danau Toba merupakan sebuah situs wisata yang menakjubkan di Sumatera Utara. Selain keindahan alamnya yang memukau, danau ini juga menyimpan kekayaan budaya dari suku Batak.  | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)
Danau Toba merupakan sebuah situs wisata yang menakjubkan di Sumatera Utara. Selain keindahan alamnya yang memukau, danau ini juga menyimpan kekayaan budaya dari suku Batak. | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)

Pada masa Kerajaan Batak yang berpusat di Bakara, Kerajaan Batak dalam pemerintahan
dinasti Sisingamangaraja membagi Kerajaan Batak dalam 4 (empat) wilayah yang disebut Raja Maropat, yaitu:

  • Raja Maropat Silindung
  • Raja Maropat Samosir
  • Raja Maropat Humbang
  • Raja Maropat Toba

Batak Mandailing

Suku Batak Mandailing memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang khas, seperti upacara perkawinan, adat peralatan, dan seni musik yang unik  | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)
Suku Batak Mandailing memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang khas, seperti upacara perkawinan, adat peralatan, dan seni musik yang unik | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)

Batak Mandailing adalah salah satu suku yang berada di Sumatra. Suku ini lebih banyak ditemui di bagian utara pulau Sumatra, Indonesia dan bagian dari Batak. Mereka pernah berada di bawah pengaruh Kaum Padri dari Minangkabau di Tanah Datar.

Baca Juga: Sandi Uno Memperkenalkan Keindahan Danau Toba Kepada Duta Besar Asosiasi Negara-negara Arab dan Afrika Utara

Kain Ulos

Selain itu, suku Batak Mandailing juga terkenal dengan kain Ulos, kain tenun yang digunakan sebagai simbol kebudayaan dan adat istiadat mereka | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)
Selain itu, suku Batak Mandailing juga terkenal dengan kain Ulos, kain tenun yang digunakan sebagai simbol kebudayaan dan adat istiadat mereka | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)


Kain Ulos pernah tampil di New York Fashion Week dan DC Fashion Week -  Washington DC sebagai bahan dan konsep utama suatu koleksi fashion.

Karya fashion ini tampil dengan nama Metrini Simatupang, seorang wanita berdarah batak yang hijrah ke Amerika pada tahun 2009 dan tinggal di Washington DC.

Diperagakan oleh 20 model berjalan di catwalk dengan busana bergaya modern yang dirancang dari kain ulod dan batik, Karya Matrini tampil dengan unik dan mencuri perhatiaan para penggiat fashion di New York, seperti dikutip dari Diplomasi Kain Ulos di Amerika Serikat, Liputan 6.com, 8 April 2017.

Baca Juga: Sandiaga Uno : F1 Powerboat Mampu Menarik Wisatawan ke Kampung-kampung di Sekitar Danau Toba

History & Facts

Di sekitar danau, terdapat beberapa desa yang masih mempertahankan kebudayaan tradisional suku Batak. Salah satu desa yang terkenal adalah Desa Tomok yang terletak di Pulau Samosir. | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)
Di sekitar danau, terdapat beberapa desa yang masih mempertahankan kebudayaan tradisional suku Batak. Salah satu desa yang terkenal adalah Desa Tomok yang terletak di Pulau Samosir. | WartaPesona.com (Sumber Foto : E-Pesona Magazine Edisi 1 - 2021 Kemenparekraf.go.id)

Danau Toba, sebuah danau yang terdapat di wilayah Prapat, Sumatera Utara mempunyai luas wilayah 1.707 km2 (1.000 km2 lebih besar dari Singapore).

Dipaparkan dalam ilmu pengetahuan modern bahwa danau ini dulunya merupakan sebuah gunung berapi raksasa atau disebut Supervolcanic yang kemudian meletus dengan sangat dahsyat sekitar 70.000 tahun lalu.

Danau Toba juga disebut Caldera karena cara terbentuknya, yaitu lekukan di permukaan bumi karena sisa ledakan dari gunung berapi, seperti dilansir dari "K-Ar age of the late Pleistocene eruption of Toba, North Sumatra", Nature, Nature Publishing Group, 1978.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X