Tari Gandrung Banyuwangi: Warisan Budaya Syukur Panen yang Memikat Dunia

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 13 November 2025 | 07:15 WIB
Penari Gandrung Tunggal : Penari Gandrung Banyuwangi dalam kostum tradisional lengkap dengan selendang ikonik, mengekspresikan keanggunan dan kekuatan budaya Jawa Timur - WartaPesona.com (wonderfulimages.kemenpar.go.id)
Penari Gandrung Tunggal : Penari Gandrung Banyuwangi dalam kostum tradisional lengkap dengan selendang ikonik, mengekspresikan keanggunan dan kekuatan budaya Jawa Timur - WartaPesona.com (wonderfulimages.kemenpar.go.id)

Selendang dalam Tari Gandrung bukan sekadar aksesoris pelengkap kostum.

Lebih dari itu, selendang menjadi perpanjangan ekspresi penari, melambangkan keanggunan, kelembutan, sekaligus kekuatan perempuan Banyuwangi.

Gandrung sebagai Daya Tarik Wisata Budaya

Keunikan dan kekayaan nilai budaya Tari Gandrung menjadikannya salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Indonesia.

Wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi kerap menjadikan pertunjukan Gandrung sebagai agenda wajib.

Pemerintah daerah Banyuwangi juga konsisten dalam upaya pelestarian dan promosi Tari Gandrung.

Berbagai paket wisata budaya dikemas menarik, menggabungkan pengalaman menonton pertunjukan Gandrung dengan eksplorasi keindahan alam dan kuliner khas Banyuwangi.

Kehadiran Festival Gandrung Sewu yang digelar secara rutin semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.

Festival ini tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga pegiat seni dan budaya dari berbagai negara.

Baca Juga: Kecil-Kecil Tapi Penting! Stasiun Gubug Bukti Peran Besar Transportasi Daerah

Pesan Universal dalam Gerakan Lokal

Tari Gandrung mengajarkan bahwa seni tradisional memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan universal. Nilai-nilai syukur, kerja keras, kebersamaan, dan harmoni dengan alam adalah prinsip yang relevan bagi semua budaya di dunia.

Dalam setiap gerakannya, Tari Gandrung mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan—antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, dan manusia dengan spiritualitas.

Pesan ini semakin bermakna di era modern ketika banyak orang kehilangan koneksi dengan akar budaya dan alam.

Warisan yang Harus Dijaga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Kemenpar.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X