Tari Gandrung Banyuwangi: Warisan Budaya Syukur Panen yang Memikat Dunia

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 13 November 2025 | 07:15 WIB
Penari Gandrung Tunggal : Penari Gandrung Banyuwangi dalam kostum tradisional lengkap dengan selendang ikonik, mengekspresikan keanggunan dan kekuatan budaya Jawa Timur - WartaPesona.com (wonderfulimages.kemenpar.go.id)
Penari Gandrung Tunggal : Penari Gandrung Banyuwangi dalam kostum tradisional lengkap dengan selendang ikonik, mengekspresikan keanggunan dan kekuatan budaya Jawa Timur - WartaPesona.com (wonderfulimages.kemenpar.go.id)

Fenomena ini sempat menjadi bagian dari tradisi pertunjukan di Banyuwangi.

Akan tetapi, memasuki akhir 1890-an, tradisi Gandrung laki-laki mulai ditinggalkan.

Pengaruh ajaran agama yang melarang pria berpenampilan seperti wanita menjadi faktor utama.

Hingga tahun 1914, penampilan Gandrung laki-laki benar-benar lenyap dari panggung seni Banyuwangi.

Baca Juga: 12 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO, Warisan Geologi Mendunia di Cincin Api

Filosofi Gerak: Lebih dari Sekadar Estetika

Formasi Massal Gandrung Sewu : Formasi penari Gandrung Sewu yang kompak melambangkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Banyuwangi - WartaPesona.com
Formasi Massal Gandrung Sewu : Formasi penari Gandrung Sewu yang kompak melambangkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Banyuwangi - WartaPesona.com (eventdaerah.kemenparekraf.go.id)

Keindahan Tari Gandrung terletak pada harmoni gerakan yang melibatkan tangan, kaki, dan bahu secara selaras.

Setiap gerakan bukan semata-mata untuk keindahan visual, melainkan sarat dengan makna filosofis yang mendalam.

Kelembutan gerakan tangan mencerminkan rasa syukur dan penghormatan terhadap alam yang telah memberikan hasil panen melimpah.

Sementara itu, langkah kaki yang dinamis dan penuh energi melambangkan kerja keras, ketekunan, serta keteguhan hati para petani dalam mengolah lahan.

Seiring perkembangan zaman, dimensi makna Tari Gandrung terus bertambah.

Tarian ini tidak lagi sekadar dipersembahkan kepada sesama manusia, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada alam semesta yang memberi kehidupan dan kesejahteraan.

Gandrung sebagai Simbol Perlawanan

Pada masa penjajahan, Tari Gandrung mengalami transformasi fungsi. Selain sebagai hiburan, tarian ini menjadi medium perlawanan terhadap penjajah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Kemenpar.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X