3. Rinjani: Surga Keanekaragaman Hayati
Geopark Gunung Rinjani yang diresmikan UNESCO pada 2018 menawarkan kombinasi sempurna antara keanekaragaman hayati, geologi, dan budaya.
Membentang di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Timur, kawasan ini menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik seperti anggrek Vanda Limbata, Celepuk Rinjani, dan Elang Flores.
4. Ciletuh: Perpaduan Bukit dan Pantai
Geopark Ciletuh di Sukabumi memperoleh status Warisan Dunia UNESCO pada 2018.
Dikelilingi hamparan aluvial dengan bebatuan unik, kawasan ini juga memiliki pantai dengan ombak yang menjadi favorit peselancar internasional, memadukan pesona perbukitan batu dan garis pantai yang menawan.
5. Ijen: Fenomena Blue Fire yang Mendunia
Terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, Geopark Ijen terkenal dengan fenomena blue fire yang langka di Gunung Ijen. Keunikan lainnya adalah danau paling asam di dunia yang berada di kawah gunung tersebut.
Kekayaan hayati geopark ini mencakup 14 jenis flora, 27 jenis fauna, dan 6 jenis mamalia yang menjadikannya kawasan konservasi penting.
6. Danau Toba: Kaldera Raksasa Purba
Geopark Danau Toba di Sumatera Utara terbentuk dari letusan mega gunung api puluhan ribu tahun lalu yang menciptakan kaldera terbesar di dunia.
Letusan dahsyat tersebut menghasilkan bentang alam spektakuler dan potensi wisata yang luar biasa, menjadikannya salah satu ikon pariwisata Indonesia.
Artikel Terkait
Wonderful Indonesia Gaungkan Semangat Go Beyond Ordinary di WTM London 2025
Kemenpar: SIAL InterFOOD 2025 Jadi Ruang Kolaborasi Perkuat MICE Indonesia
Menkeu Purbaya Soroti Arah Kebijakan Fiskal di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI 5,04 Persen pada Kuartal III 2025
Beda Persiapan Timnas Indonesia dengan Brazil Jelang Laga di Piala Dunia U-17: Pupuk Mental Baja vs Pijat Sampai Tidur