Nasi Megono: Sajian Khas Pekalongan yang Sederhana Tapi Menggoda

photo author
Fathan Riyandi, Warta Pesona
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 21:46 WIB
Nasi Megono khas Pekalongan (Pinterest.com)
Nasi Megono khas Pekalongan (Pinterest.com)

 

WartaPesona.com - Di tengah kekayaan kuliner Nusantara, ada satu sajian khas dari Pantura Jawa Tengah yang memiliki daya tarik tersendiri: nasi megono. Makanan ini berasal dari daerah Pekalongan, dan meskipun tampilannya sederhana, rasa dan maknanya sungguh mendalam.

Bagi masyarakat setempat, nasi megono bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari budaya dan keseharian yang lekat dengan nilai-nilai tradisional.

Apa Itu Nasi Megono?
Nasi megono adalah nasi putih hangat yang disajikan bersama topping irisan nangka muda (gori) yang telah dimasak dengan bumbu kelapa parut dan rempah khas.

Baca Juga: Gunung Latimojong: Menapaki Atap Sulawesi, Menyatu dengan Alam Liar

Megono sendiri berasal dari kata “mergono” atau “ngono” dalam bahasa Jawa, yang berarti “seperti itu” atau “sederhana begitu saja”. Hal ini mencerminkan karakter makanan ini yang memang sederhana namun penuh rasa.

Olahan megono biasanya dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, daun jeruk, dan serai, lalu dikukus atau ditumis bersama parutan kelapa muda. Rasanya gurih, sedikit manis, dengan aroma rempah dan kelapa yang kuat.

Paduan Pas: Nasi Megono dan Ikan Asin
Yang membuat nasi megono semakin istimewa adalah paduannya dengan lauk pelengkap. Umumnya, masyarakat Pekalongan menyantap nasi megono bersama ikan asin goreng, tempe mendoan, atau rempeyek kacang.

Baca Juga: Ancol: Surga Rekreasi Keluarga di Tepian Jakarta yang Tak Pernah Tidur

Kombinasi antara gurihnya megono dan asin gurihnya ikan memberikan kontras rasa yang nikmat dan bikin ketagihan.

Di banyak warung tradisional di Pekalongan, nasi megono biasa disajikan di atas daun pisang, menambah aroma dan nuansa alami yang memperkaya pengalaman makan.

Makna Filosofis Nasi Megono
Tak hanya soal rasa, nasi megono juga mengandung nilai filosofis. Pada zaman dahulu, nasi megono kerap disajikan saat acara selamatan, kenduri, atau ritual tradisional.

Baca Juga: Tonggak Sejarah Pariwisata Dunia: Shaikha Al Nowais Jadi Kandidat Perempuan Pertama Sekjen UN Tourism

Kandungan nangka muda yang masih “mentah” melambangkan kerendahan hati dan harapan untuk masa depan yang matang. Sedangkan kelapa dan rempah-rempah menunjukkan kekayaan alam dan keberagaman rasa dalam hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fathan Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X