Tonggak Sejarah Pariwisata Dunia: Shaikha Al Nowais Jadi Kandidat Perempuan Pertama Sekjen UN Tourism

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 21:40 WIB
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menghadiri Executive Council Meeting ke-123 di Segovia, Spanyol, Jumat (30/5/2025). (Foto: kemenpar.go.id)
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menghadiri Executive Council Meeting ke-123 di Segovia, Spanyol, Jumat (30/5/2025). (Foto: kemenpar.go.id)

WartaPesona.com- Segovia, Spanyol (31 Mei 2025) – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menyampaikan apresiasi mendalam atas terpilihnya Shaikha Al Nowais sebagai kandidat Sekretaris Jenderal UN Tourism periode 2026–2029 dalam Executive Council Meeting ke-123 yang digelar di Segovia, Spanyol.

“Atas nama pemerintah dan seluruh pelaku pariwisata di Indonesia, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Ibu Shaikha Al Nowais dari Uni Emirat Arab,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa, Jumat (30/5/2025).

Pencalonan ini menjadi langkah bersejarah, karena untuk pertama kalinya dalam 50 tahun sejarah UN Tourism, posisi Sekjen akan diisi oleh seorang perempuan.

Baca Juga: Ancol: Surga Rekreasi Keluarga di Tepian Jakarta yang Tak Pernah Tidur

Shaikha merupakan pemimpin bisnis dengan pengalaman lebih dari 16 tahun di bidang perhotelan internasional dan memiliki reputasi global dalam pengembangan industri pariwisata dan budaya.

Shaikha saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Perusahaan di Rotana Hotels, serta aktif dalam berbagai lembaga strategis seperti Abu Dhabi Businesswomen Council, Tourism Working Group, dan Les Roches Hospitality Academy.

Wamenpar berharap proses penetapan resmi pada General Assembly UN Tourism di Riyadh, Arab Saudi, November 2025 mendatang berjalan lancar.

Baca Juga: Sejarah Tanah Abang, Dari Permukiman Tepi Sungai hingga Pusat Perdagangan Tersohor

“Kepemimpinan Shaikha menjadi inspirasi bagi banyak perempuan, terutama generasi muda di sektor pariwisata.

Bahwa perubahan dan kemajuan bisa dimulai dari keberanian mengambil peran,” katanya.

Ni Luh Puspa juga menegaskan harapan agar kolaborasi antarnegara semakin kuat demi membangun masa depan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB
X