"Ini adalah angin segar bagi Karangasem. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan pariwisata di wilayah ini berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono.
Pemerintah terus berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur dan aksesibilitas wisata, sehingga destinasi di Bali Timur dapat semakin berkembang dan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemerataan pariwisata bukan hanya tentang membuka lebih banyak destinasi, tetapi juga memastikan bahwa pariwisata memberikan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan pemetaan potensi yang dilakukan, harapannya Bali Timur dapat menjadi destinasi unggulan yang setara dengan Bali Selatan, menjadikan Pulau Dewata semakin beragam dan inklusif dalam pengembangan pariwisatanya.***
Artikel Terkait
Mendorong Kualitas Desa Wisata: Kemenparekraf Beri Bantuan Pengembangan untuk 24 Desa Wisata di 12 Provinsi
Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024
Perkuat Pariwisata Desa, Kemenparekraf Beri Dukungan Literasi Bisnis dan Keuangan di Jawa Barat
Pembatalan Konser Dua Lipa Jadi Evaluasi: Kemenparekraf Dorong Promotor Tingkatkan Standar Keamanan Konser di Indonesia
Crisis Center Aktif di Labuan Bajo, Kemenparekraf Pastikan Keamanan Wisatawan Yang Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Kemenparekraf Gaet Wisatawan Asia Selatan Lewat Famtrip Eksklusif ke 5 Destinasi Indonesia
Tanggap Bencana Erupsi Lewotobi, Kemenparekraf Pastikan Evakuasi Wisatawan di Labuan Bajo Berjalan Lancar
Dorong Investasi Besar, Kemenparekraf Siapkan Sinergi Pusat dan Daerah
Wisatawan Dievakuasi Dengan Aman Pascakejadian Erupsi Gunung Lewotobi: Kemenparekraf Tanggap dan Siapkan Jalur Darat, Laut, dan Udara
Kemenparekraf Raih Penghargaan Tertinggi Anugerah Reksa Bandha 2024, Bukti Tata Kelola BMN yang Unggul