Transformasi Pariwisata Berkelanjutan: Kemenparekraf Pecah Menjadi Dua Entitas Demi Program Inovatif 2024

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Senin, 4 November 2024 | 09:00 WIB
Transisi pemecahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dipastikan tidak akan menghambat program. (Kemenparekraf)
Transisi pemecahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dipastikan tidak akan menghambat program. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Transisi pemecahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dipastikan tidak akan menghambat program pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata di Indonesia pada 2024.

Baca Juga: Tips Memelihara Kucing: Menjaga Sahabat Berbulu Tetap Sehat dan Bahagia

Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, menggarisbawahi peran strategis kedeputiannya dalam meningkatkan destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif, sesuai UU Nomor 10 Tahun 2009.

Salah satu program unggulan Kemenparekraf adalah Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), yang bertujuan mengembangkan desa wisata melalui kunjungan, pendampingan, serta penyediaan infrastruktur.

Baca Juga: El Clasico, Rivalitas Abadi Barcelona vs Real Madrid Pertarungan Dua Raksasa Sepak Bola Spanyol

Rangkaian Malam Anugerah ADWI 2024 dijadwalkan pada 15-17 November 2024 di Jakarta, dengan acara utama berupa forum mitra strategis, pameran produk ekonomi kreatif, dan pemberian penghargaan.

Program ini telah melahirkan 225 desa wisata yang berprestasi hingga tingkat internasional, mencatatkan peningkatan kunjungan wisatawan hingga 80,66% dari 2021 ke 2022, serta meningkatkan pendapatan desa dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Menakjubkan! Wisata Gunung Krakatau, Keajaiban Alam yang Penuh Sejarah dan Petualangan

Untuk memperkuat jejaring desa wisata, platform Jejaring Desa Wisata (Jadesta) dihadirkan sebagai pusat data terpadu, yang kini mencakup lebih dari 6.000 desa wisata di Indonesia.

Menurut Hariyanto, kehadiran Jadesta memudahkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga dalam kebijakan pengembangan desa wisata.

Baca Juga: Sejarah AC Milan dan Inter Milan, Rivalitas Abadi dari Kota Mode

Selain ADWI, program unggulan lainnya adalah KaTa Kreatif Indonesia, yang bertujuan membina kabupaten dan kota agar mampu mengembangkan city branding melalui subsektor ekonomi kreatif.

Saat ini, 41 kabupaten/kota telah ditetapkan sebagai KaTa Kreatif Indonesia, dengan lima di antaranya berhasil masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Baca Juga: Merawat Motor Baru dengan Benar: Tips Agar Awet dan Performa Maksimal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X