Sistem agroforestri buah Salak Bali dilakukan dengan mengintegrasikan dengan pohon-pohon buah lain seperti mangga, pisang, dan banyak lagi.
Dengan sistem agroforestri, Salak Bali ditanam di bawah pohon-pohon lain yang lebih tinggi sehingga terlindungi.
Baca Juga: Hari Raya Idulfitri 2025, Pemprov Jateng tambah kuota mudik gratis, titik kumpul diperluas
Sejumlah pohon kayu yang keras, menyimpan persediaan air bagi pohon salak, sehingga sistem agroforestri ini saling mendukung, sekaligus menjaga keberlangsungan ekologis.
Sistem agroforestri buah Salak Bali yang terbukti menguntungkan ini, sudah berkembang sejak zaman nenek moyang masyarakat setempat.
Kini, sistem agroforestri buah Salak Bali yang mendukung keberlanjutan ekologi tersebut, diakui oleh The Food and Agriculture Organization (FAO), sebagai warisan penting pertanian dunia.
Sistem agroforestri buah Salak Bali masuk dalam daftar Sistem Warisan Pertanian Penting Dunia (GIAHS), pada 19 September 2024. ***(KKO)
Artikel Terkait
Buah Salak kaya vitamin C dan serat, manfaatnya banyak untuk kesehatan
Biji buah salak yang sering dibuang begitu bisa dibuat camilan, kaya manfaat kesehatan
Begini cara memilih buah durian yang manis dan legit, dari bentuknya sudah bisa terlihat
Menanam Jambu Air dalam pot, cara cerdas dan praktis penuhi kebutuhan buah segar dari kebun sendiri
Sabut kelapa jangan dibuang, bisa dibuat pupuk organik cair, cocok untuk tanaman buah
Buah Semangka jadi simbol dukungan kepada Palestina, begini riwayatnya
Meski beracun dan berbahaya, buah kecubung punya manfaat kesehatan, simak ulasannya berikut ini
Buah Pala, daya tarik luar biasa bangsa asing hingga menjajah Nusantara
OPPO Run 2024: Lari, Teknologi, dan Hiburan dalam Satu Event Menarik di Bali Kolaborasi dengan BRImo