Pembuatan serambi itu ditandai sengkala ‘Yitno Windu Resi Tunggal’ yang berarti tahun 1701 Jawa/1775 Masehi.
Serambi masjid itu tidak hanya untuk sholat, namun juga difungsikan sebagai tempat pertemuan alim ulama dan pengajian.
Bahkan pada zaman Sultan HB I, serambi masjid itu digunakan pula sebagai tempat pengadilan agama seperti pernikahan dan perceraian.
Tentu saja juga menjadi tempat berlangsungnya peringatan hari-hari besar keagamaan Islam.
Baca Juga: Pameran Nget-Ngetan, acara seni budaya yang mengangkat spirit ketahanan pangan di Yogyakarta
Pada tahun yang sama, juga dibangun pagongan yang berfungsi sebagai tempat gamelan sekaten. Letaknya berada di depan serambi sebelah kanan dan kiri atau utara dan selatan.
Seiring dengan perkembangannya, masjid jami’ Kesultanan Yogyakarta diperluas kegiatannya.
Sultan HB I membuatkan permukiman bagi para pengurus atau takmir masjid, yang kepengurusannya dipegang seorang abdi dalem penghulu.
Baca Juga: Pewarna alami Karmin dari serangga Cochineal, dipakai untuk kain hingga makanan dan minuman
Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, penghulu keraton dibantu oleh abdi dalem ketib, modin, merbot dan pamethakan, serta abdi dalem kaji selusinan dan barjamangah.
Sebagian dari para abdi dalem itu dibuatkan rumah di sekitar masjid, yang kemudian tempat ini disebut Pakauman.
Sesudah berkembang menjadi permukiman atau perkampungan, tempat itu pun menjadi Kampung Kauman.
Jauh sesudah pergantian Raja Sultan HB I, pada tahun 1840 Masehi Sultan HB VI melengkapi lagi bangunan masjid itu dengan regol atau pintu gerbang yang disebut gapura.
Pembangunan gapura itu ditandai sengkala ‘Pandita Nenem Sabdo Tunggal’, yang berarti tahun 1767 Jawa/1840 Masehi.
Artikel Terkait
Ketum OKOCE jelaskan skema Modal Berkah Tanpa Riba di Masjid Jogokaryan: Tanpa embel-embel bagi hasil
Keajaiban Budaya dan Spiritualitas: Eksplorasi Keunikan Masjid Istiqlal
Sandiaga Uno Mendorong Pengembangan UMKM Berbasis Masjid untuk Ekonomi Syariah
Jejak Sandiaga Uno: Membangun Pusat Kesejahteraan dengan Investasi Hotel di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta
Sandiaga Uno Mendorong Wisata Religi Melalui Masjid Bersejarah, Intip Informasinya
Grebeg Mulud peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Keraton Yogyakarta digelar Kamis 28 September 2023
Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta memperingati Maulid Nabi digelar di tiga lokasi, meriah!
Upaya Memakmurkan Masjid, Masjid Baiturrahim Khitankan 60 Anak dalam Rangka Maulid Nabi Muhammad
Masjid Gedhe Yogyakarta, destinasi wisata religi yang bersejarah dan kaya filosofi Jawa