Gunungan hasil bumi Grebeg Maulud dikawal oleh delapan kelompok bregada atau pasukan, yang terdiri dari Bregada Wirabraja, Dhaeng, Jagakarya, Prawiratama, Patangpuluh, Nyutra, Ketanggung, dan Mantrijero.
Iring-iringan Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta pun berlangsung meriah di tengah kerumunan warga yang antusias menyaksikan tradisi tahunan tersebut.
Gunungan hasil bumi Grebeg Maulud ini diarak menuju Masjid Gedhe Keraton di Kauman, dan satu gunungan kakung dan putri serta gunungan pengiring diserahkan kepada penghulu untuk dilakukan doa.
Baca Juga: Perolehan medali Indonesia di Asian Games 2023 Hangzhou China bertambah dari cabor skateboard
Selepas doa-doa dari penghulu Keraton, gunungan itu kemudian diperebutkan warga yang sejak pagi sudah menunggu.
Sementara itu, Bregada Bugis melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kepatihan Pemda DIY melewati Jalan Pangurakan dan Jalan Margomulyo untuk mengirimkan gunungan.
Sedangkan Bregada Paku Alam akan melanjutkan perjalanan melewati rute Jalan Pangurakan-Jalan Panembahan Senopati-Jalan Sultan Agung, menuju Kadipaten Paku Alaman.
Gunungan yang diserahkan kepada Pemda DIY di Kepatihan dan Puro Pakualaman, merupakan simbol paring ndalem atau pemberian dari Sultan sebagai raja kepada rakyatnya.
Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta, pun menjadi penutup dari rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. ***
Artikel Terkait
Maulid Nabi Muhammad SAW 2022, Ini Amalan- Amalan Yang Dianjurkan
Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2022 Beserta Shalawat
Keraton Solo, destinasi wisata sejarah dan budaya yang masih langgeng
Wisata sejarah dan budaya di Keraton Yogyakarta yang kaya tradisi dan filosofi
Sandiaga Uno Menyusuri Keindahan Kota Cirebon dengan Berlari Melintasi Tiga Keraton
Grebeg Mulud peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Keraton Yogyakarta digelar Kamis 28 September 2023
Amalan sunnah di bulan Rabiul Awal paling dianjurkan, dari berpuasa, sedekah, dan membantu sesama