Oleh Rosadi Jamani*
WartaPesona.com - Setiap tahun selalu kita peringati. Kita diingatkan arti penting Pancasila itu sendiri. Fakta hari ini, negeri ini masih jauh dari harapan pendiri bangsa.
Muncul pertanyaan; “Apakah Pancasila masih relevan dengan ideologi negara kita saat ini?”
Setiap tanggal 1 Juni, bangsa ini kembali mengenang lahirnya Pancasila. Dari Sabang sampai Merauke, dari pejabat sampai mantan caleg yang masih berharap ada pemilu susulan, semua mendadak bicara tentang nilai luhur bangsa.
Baca Juga: Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku
Namun di tengah perayaan itu, muncul pertanyaan yang cukup menggelitik, apakah Pancasila masih relevan dengan ideologi negara kita saat ini?
Kalau melihat teksnya, jawabannya jelas, masih. Kalau melihat praktiknya?
Nah, di sinilah Garuda mungkin mulai mencari obat migrain.
Mari kita lihat rapor kebangsaan kita.
Baca Juga: Musisi Legendaris Iwan Fals Tampil di Timor Leste, Diterima Perdana Menteri Xanana Gusmao
Sila Kelima berbicara tentang keadilan sosial. Tetapi Transparency International Indonesia mencatat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 turun dari 37 menjadi 34. Peringkat Indonesia juga melorot dari posisi 99 menjadi 109 dunia. Luar biasa.
Di negara lain, pejabat berlomba membangun pusat riset. Di sini sebagian masih berlomba membangun jaringan "siapa kenal siapa".
Sampai Maret 2026, KPK sudah menangkap lima kepala daerah. Salah satunya Bupati Cilacap yang diduga meminta setoran THR kepada anak buahnya. THR biasanya diberikan kepada bawahan.
Di negeri +62, ada juga yang mencoba membalikkan arah aliran sungai. Kalau kreativitas seperti ini masuk olimpiade internasional, mungkin kita sudah langganan medali emas.