opini

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Kini giliranmu menjadi kupu-kupu.

Hinggaplah di tangan Tuhan,
dan biarkan kami yang belajar
melepaskan.

Kupu-kupu itu kini hinggap di doa kami,
ringan,
seperti napas terakhirmu
yang akhirnya pulang
ke pemilik segala sayap.

Kini kami sadar, adikku,
betapa banyak cinta yang tak sempat kami ucapkan,
betapa banyak pelukan yang kami tunda,
dan betapa cepat seseorang berubah menjadi kenangan.

Kami mengantarmu dengan air mata.

Namun cinta kami
tidak ikut terkubur bersamamu.

Dan jika suatu sore
seekor kupu-kupu kuning
hinggap sejenak di jendela kami,

kami tidak akan mengejarnya lagi,
adikku.

Kami akan membuka tangan,
dan berbisik pelan:

“Selamat datang kembali.”

Karena kami tahu, cinta selalu menemukan jalan pulang.

Ia datang dalam doa,
dalam kenangan,
dan dalam rindu yang tak pernah selesai

Ia akan tinggal dalam doa-doa kami,
setiap malam,
setiap rindu.

Selamat jalan, adikku.

Kini kami tahu, adikku,
tak semua kupu-kupu hilang saat terbang;
sebagian menjadi langit yang diam-diam menjaga.

Halaman:

Tags

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB