'Cundrik Mataram'. Profil itu terbersit ketika ngobrol santai dengan Mbak Titiek Soeharto, putri Presiden Soeharto.
Waktu itu tengah malam. ketika ziarah ke Astana Giri Bangun dan Giri Layu Karanganyar, Jawa Tengah.
Astana Giri Bangun (AGB) adalah kompleks Makam Persiden Soeharto dan Ibu Tien bersama keluarga.
Astana Giri Layu (AGL) merupakan kompleks makam Raja-Raja Mangkunegaran. Terletak kurang lebih satu kilometer ke arah atas dari Astana Giri Bangun.
Baca Juga: Eightin Hotel Sudirman: Simplicity Meets Modern Comfort di Jantung Kota Jakarta
Ada keterkaitan apa antara Mbak Titiek dengan Cundrik Mataram? Ceritanya panjang.
Mbak Titiek waktu itu sudah menjadi anggota legislatif dari Partai Golkar Dapil Yogyakarta.
Ia konsen isu-isu pertanian, dan berada di Komisi IV DPR RI pula.
Setiap bulan setidaknya sekali ke Yogya. Mengunjungi petani, pedagang kecil dan perajin. Ia turun tidak menunggu waktu reses. Ia kelilingi dapilnya.
Baca Juga: Zodiak Pisces hari Rabu 22 November 2023, perlu bantuan untuk mengungkapan perasaan
Ia menemui kelompok-kelompok tani (Poktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), Pokdakan (kelompok-kelompok budidaya ikan).
Dan, pegiat-pegiat desa wisata, bakul-bakul gendong, serta elemen-elemen masyarakat bawah lainnya.
Waktu itu isu problem usaha pertanian sedang marak.
Tekanan banjir komoditas impor sedang merebak. Pacul impor. Beras Impor. Pupuk langka dan mahal.