WartaPesona.com - Memiliki anak adalah dambaan umum bagi pasangan suami dan istri. Ekspektasi sosial yang mengatakan jika menikah harus mempunyai anak menyebabkan problematika bagi pasangan yang tidak ingin memiliki anak.
Akhir-akhir ini banyak bermunculan di media social dan media massa tentang pernyataan dari pasangan suami istri yang lebih memilih untuk childfree dibandingkan memiliki keturunan.
Childfree adalah merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan pasangan suami istri yang memilih untuk tidak memiliki buah hati atau keturunan. Tidak sedikit childfree menuai beragam kontra dengan sosialita di Indonesia.
Umumnya masyarakat Indonesia mengenal mempunyai keturunan sebagai tujuan dari menikah yang akan dijadikan sebagai generasi penerus keluarga, seperti dikutip dari laman ITS.ac.id.
Terlebih juga ada pernyataan yang mengatakan “Banyak anak, banyak rezeqi”. Melalui ungkapan ini banyak tim kontra pemikiran childfree yang akan menekan batin pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak.
Munculnya paradigma pemikiran ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor dan motif yang berbeda. Salah satu motif kasusnya pada Victoria Tunggono atau lebih kerap disapa Tori.
Dalam bukunya yang berjudul Childfree and Happy, Tori menulis jika umumnya orang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak, akan menghadapi bullying yang mengatakan jika sebagai seorang perempuan belum sempurna apabila belum melahirkan.
Childfree dapat saja terjadi apabila pasangan suami istri telah memikirkan alasan dan faktor-faktor lain seperti trauma yang ditimbulkan ketika masa kecil, keadaan kesehatan dari suami dan istri, dan beragam alasan lainnya.
Lain hal itu, alasan terbesar dari pasangan untuk memilih childfree adalah karena tidak siap untuk memikul besarnya tangggung jawab baik secara finansial maupun kesiapan mental untuk dapat membesarkan anaknya hingga mendapatkan kehidupan yang layak atau lebih baik.
Menanggapi isu childfree, Bening Anindita selaku Mahasiswi Jurusan S-1 Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mengatakan jika pilihan untuk menikah tanpa memiliki anak merupakan hak dari setiap individu yang harus dijaga dan dihormati.
Artikel Terkait
Merayakan Galentine's Day dengan Teman Perempuan Terbaik, Ini Sejarahnya, Tradisi Setiap Tanggal 13 Februari
Sandiaga Uno Harapkan Konser Tunggal Raisa di GBK Jadi Bagian Momentum Kebangkitan Parekraf
Fantastis KAI Amankan Barang Tertinggal Pelanggan Nilainya Lebih dari Rp4 Miliar, Berikut Infonya
Kenaikan Tinggi Capai 50,8% Trafik Penumpang Selama Januari 2023 di Semua Bandara Angkasa Pura I
Nasi Langgi : Makanan Khas Jawa yang Menggugah Selera dan Disuguhkan pada Berbagai Acara. Ini Cara Masaknya
Nonton F1 Power Boat? Mencari Pengalaman Healing Terbaik di Sekitar Danau Toba? Ini 10 Tempat Terekomendasi
Sandiaga Uno Berharap Dukungan Media Mampu Menciptakan 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru di Sektor Parekraf
Dihadiri Menteri BUMN dan Menparekraf, Promedia Teknologi Indonesia resmikan Jaringan Pemred Promedia
Ini Dia Solusi Yang ditawarkan Oleh Erick Thohir Untuk Menjaga Kesehatan Ekosistem Media di Indonesia
Sandiaga Uno: Orang Indonesia Jago Bikin Konten, Kita Harus Bikin Ekosistem, Pak Jokowi Sudah Buka Diskursus