Pelecehan Seksual di Dunia Nyata dan Medsos: Kasus Bernadya dan Penari Bali, Ini Bahaya Traumanya

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 27 September 2024 | 15:12 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. (Pexels.com / Josie Stephens)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Pexels.com / Josie Stephens)

Pelecehan seksual, baik di ruang publik maupun media sosial, dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Trauma ini sering kali membekas dan mempengaruhi kondisi mental individu. Berikut beberapa jenis trauma yang dapat muncul:

Baca Juga: Skandal Eks Menhub Singapura: Korupsi Tiket F1 dan Grand Prix, Begini Peran CPIB

  1. Trauma Individu:
    Trauma terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa yang mengancam keselamatannya, baik secara fisik maupun mental. Ketidakmampuan untuk melepaskan emosi dapat menyebabkan trauma berkepanjangan.

  2. Trauma Insidious (Berbahaya):
    Trauma ini terjadi ketika seseorang secara berulang menjadi objek pelecehan atau intimidasi, baik di dunia nyata maupun online. Pelecehan semacam ini dapat merusak mental korban meski tidak selalu disertai kekerasan fisik.

  3. Trauma Berulang:
    Pelecehan yang terjadi berulang kali dapat memicu trauma berulang, di mana korban merasa seolah-olah kejadian pelecehan pertama kali terulang kembali setiap kali ada pemicunya, menyebabkan kecemasan yang semakin besar.

Kasus-kasus seperti yang dialami Bernadya dan penari Bali menyoroti betapa rentannya individu di ruang publik dan media sosial terhadap pelecehan. Tanpa tindakan tegas, korban akan terus menghadapi risiko trauma yang mendalam.***(SA)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X