Pelecehan seksual, baik di ruang publik maupun media sosial, dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Trauma ini sering kali membekas dan mempengaruhi kondisi mental individu. Berikut beberapa jenis trauma yang dapat muncul:
Baca Juga: Skandal Eks Menhub Singapura: Korupsi Tiket F1 dan Grand Prix, Begini Peran CPIB
- Trauma Individu:
Trauma terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa yang mengancam keselamatannya, baik secara fisik maupun mental. Ketidakmampuan untuk melepaskan emosi dapat menyebabkan trauma berkepanjangan. - Trauma Insidious (Berbahaya):
Trauma ini terjadi ketika seseorang secara berulang menjadi objek pelecehan atau intimidasi, baik di dunia nyata maupun online. Pelecehan semacam ini dapat merusak mental korban meski tidak selalu disertai kekerasan fisik. - Trauma Berulang:
Pelecehan yang terjadi berulang kali dapat memicu trauma berulang, di mana korban merasa seolah-olah kejadian pelecehan pertama kali terulang kembali setiap kali ada pemicunya, menyebabkan kecemasan yang semakin besar.
Kasus-kasus seperti yang dialami Bernadya dan penari Bali menyoroti betapa rentannya individu di ruang publik dan media sosial terhadap pelecehan. Tanpa tindakan tegas, korban akan terus menghadapi risiko trauma yang mendalam.***(SA)
Artikel Terkait
Gen Z Gak Paham Sejarah Peristiwa G30S PKI? Begini Fakta Sebenernya, Ternyata...
Gaya Politik Kaesang: Antara Rompi ‘Putra Mulyono’ dan Sikap Anti Kritik?
Dari Tukang Jahit ke Calon Bupati: Fauzi Fallas Usung Tiga Program Unggulan untuk Batang di Pilkada 2024
Skandal Eks Menhub Singapura: Korupsi Tiket F1 dan Grand Prix, Begini Peran CPIB