Fakta Menarik Hari Raya Nyepi: Makna Perayaannya hingga Larangan yang Tidak Boleh Dilakukan

photo author
Syifa Devi Putri, Warta Pesona
- Senin, 11 Maret 2024 | 13:57 WIB
Beberapa fakta menarik hari raya Nyepi. (Freepik)
Beberapa fakta menarik hari raya Nyepi. (Freepik)

 

WartaPesona.com – Simak berikut makna dan fakta menarik Hari Raya Nyepi yang perlu diketahui banyak orang.

Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka merupakan perayaan bagi umat Hindu, yang berupaya menahan hasrat untuk tidak keluar rumah, bekerja, menghidupkan perapian, ataupun mengucapkan kalimat-kalimat tertentu.

Hal tersebut dilakukan dengan Catur Brata Penyepian, dengan Nyepi umat Hindu dapat secara tenang untuk evaluasi diri, meditasi, dan samadhi dalam keheningan.

Arti kata Nyepi berasal dari kata sepi, artinya sunyi dan lenyap. Makna perayaannya ini, berdasarkan penanggalan pada kalender Caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Baca Juga: Apa itu Ogoh-Ogoh Tradisi yang Muncul Sebelum Hari Raya Nyepi? ini Sejarah Awal-Mulanya

Dalam perhitungan kalender Caka, satu tahun memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramasa berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi.

Menariknya, perayaan Nyepi wajib tetap sunyi selama 24 jam yang dilakukan dengan tidak menyalakan lampu, listrik, berbicara, berangkat kerja atau sekolah, dan hal-hal lainnya yang bisa menimbulkan suara atau menunjukkan tanda kehidupan selama hari raya berlangsung.

Dengan aktivitas sunyi ini, umat Hindu mempercayai memiliki tujuan untuk mengelabui setan-setan yang ada, dengan berpura-pura untuk tidak ada kehidupan selama seharian penuh.

Ada juga fakta menarik lainnya seputar Hari Raya Nyepi yang perlu diketahui banyak orang, yakni:

Baca Juga: 20 Ucapan Hari Raya Nyepi 2024 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang Penuh Makna

1. Larangan yang tidak boleh dilakukan

Saat Nyepi, ada larangan yang tidak boleh dilakukan di hari suci, diantaranya:

Amati Geti, merupakan larangan yang tidak diperbolehkan menyalakan api, cahaya, dan listrik, atau menunjukkan sifat amarah seperti nyala api.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: bulelengkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X