Klaim Harga Lebih Rendah dari Eceran
Lebih lanjut, Taqy menjelaskan bahwa nominal yang ia bebankan kepada para jemaah wakaf justru lebih rendah dibandingkan harga eceran di lokasi penjualan mushaf yang ia rekam.
Menurutnya, harga wakaf yang dipatok sebesar Rp330.000 per mushaf masih berada di bawah nilai konversi harga 80 Riyal ke Rupiah.
“Silakan hitung sendiri. Kalau 80 Riyal dikonversi ke Rupiah itu sekitar Rp360.000, sementara yang saya sampaikan ke jemaah itu Rp330.000,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa selisih tersebut justru menunjukkan tidak adanya mark up, melainkan efisiensi yang dilakukan dalam proses pengadaan dan distribusi mushaf wakaf.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Dipercepat Pemerintah
Versi Randy Permana
Di sisi lain, Randy Permana tetap pada pendiriannya. Dalam unggahan Instagram @paparich666 pada 12 Februari 2026, Randy kembali menyinggung pengalamannya terkait harga mushaf Al-Qur’an di Makkah dan Madinah yang menurutnya berkisar antara 40 hingga 50 Riyal atau sekitar Rp180.000 sampai Rp200.000.
“Selama saya lima tahun bolak-balik ke Saudi, tidak pernah menemukan mushaf Al-Qur’an seharga 80 Riyal. Antum ini penyalur wakaf atau jualan wakaf?” tulis Randy dalam unggahannya.
Randy juga meminta Taqy Malik untuk menunjukkan bukti secara transparan terkait pengadaan dan distribusi sekitar 3.000 mushaf yang disebut-sebut telah disalurkan di Makkah dan Madinah.
“Berani tidak posting video dagangan Anda di feed? Polisi Makkah dan Madinah tinggal saya mention,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut kembali memicu reaksi beragam dari warganet, mulai dari yang mendukung klarifikasi Taqy hingga yang mendesak adanya audit terbuka atas program wakaf tersebut.
Baca Juga: Prabowo di Hadapan Warga NU : Pemberantasan Korupsi Harga Mati
Undangan Tabayyun Terbuka
Sebagai respons atas polemik yang terus bergulir, Taqy Malik kemudian melayangkan undangan tabayyun atau klarifikasi secara terbuka kepada Randy Permana.
Undangan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram @taqy_malik pada Selasa, 17 Februari 2026.
Dalam unggahannya, Taqy mengajak Randy untuk duduk bersama dalam forum live Instagram guna meluruskan berbagai tudingan, mulai dari isu mark up harga hingga mekanisme distribusi wakaf Al-Qur’an.
“Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang dan tidak ada syubhat yang tersisa,” tulis Taqy dalam pernyataannya.
Artikel Terkait
Prabowo di Hadapan Warga NU : Pemberantasan Korupsi Harga Mati
Jelang Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Dipercepat Pemerintah
Pemulihan Pascabencana, Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut Perbaikannya
Belum Punya Hunian Layak, Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang Jalani Hari di Tenda Darurat