Potensi medali tambahan masih terbuka baginya di nomor tunggal putri elite yang akan diadakan pada Kamis (10/10). Meskipun tidak menargetkan medali lagi, Dina tetap optimis.
Dina berharap untuk terus diberi kesehatan dan kesempatan dalam berolahraga, agar dapat menginspirasi teman-teman penyandang disabilitas dan masyarakat untuk menjadi atlet.
“Bukan hanya ingin menjadi atlet, tetapi juga untuk memotivasi orang lain agar maju dalam segala hal, tidak hanya olahraga,” tegasnya.
Baca Juga: Naik Kereta dari Jakarta ke Bandung Cuman 16 Ribu, Healing Gak Perlu Mahal
Dina Rulina adalah contoh nyata bahwa tekad dan usaha dapat mengalahkan segala rintangan, menciptakan semangat juang bagi semua, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan. ***(HA)
Artikel Terkait
Peparnas XVII Solo 2024: Panggung Inspirasi dan Kekuatan Atlet Disabilitas Indonesia
Peparnas XVII Solo: Menpora Dito Tegaskan Kesetaraan dan Prestasi Atlet Disabilitas Indonesia
Nyala Semangat Juara: Momen Haru Penyulutan Api Peparnas XVII Solo 2024
Peparnas XVII Solo 2024: Pembukaan Spektakuler yang Membakar Semangat dan Nilai Kemanusiaan
E-Sport Cetak Sejarah di Peparnas XVII Solo: Mendorong Prestasi Tanpa Batas