Namun demikian di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, Presiden Jokowi juga mengungkapkan masih rendahnya literasi keuangan.
Baca Juga: Wow, Taxi Terbang Ibu Kota Nusantara IKN diuji coba, kapan mulai beroperasi?
"Kurang lebih 50 persen masyarakat masih rentan mengalami risiko penipuan dan kejahatan digital,” ungkap Presiden Jokowi, dikutip dari situs setpres, Jumat (2/8/2024).
Dia kemudian menekankan pentingnya transformasi digital yang inklusif dan berkeadilan.
“Saya titip transformasi digital itu harus inklusif, harus berkeadilan. Masyarakat di pinggiran, masyarakat ekonomi lapisan bawah, ekonomi mikro, UMKM, semuanya mendapatkan akses dan kesempatan yang sama, harus mendapatkan perlindungan yang sama,” ujarnya, menegaskan.
Presiden Jokowi menyampaikan semua hal tersebut dalam sambutan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024, di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis 1 Agustus 2024.
FEKDI merupakan ajang sinergi kebijakan dan showcasing berbagai produk dan inovasi, implementasi kebijakan serta pencapaian dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, didukung oleh Kementerian/Lembaga terkait dan asosiasi serta industri.
FEKDIxKKI 2024 mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Digital serta Inklusif untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan”.
Baca Juga: Timnas Indonesia Juara AFF U-19 2024, Pelatih optimis maju ke Piala Asia U-20 2025
Presiden Jokowi hadir membuka acara tersebut, antara lain didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
Kemudian, juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa. ***(KKO)