WartaPesona.com - Bank Indonesia kini memberlakukan tarif transaksi QRIS sebesar 0,3 persen untuk UMKM, dan 0,7 persen untuk transaksi lainnya.
Saat ini transaksi pembayaran menggunakan aplikasi QRIS tidak lagi gratis alias dikenakan biaya.
Sebelumnya biaya transaksi QRIS atau Tarif Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0 persen.
Bank Indonesia membedakan besaran tarif MDR QRIS berdasarkan peruntukannya.
Baca Juga: Simak tips berikut agar baterai handphone tak lekas terkuras saat digunakan
Dilansir dari instagram @bankindonesia, tarif MDR QRIS untuk pelaku UMKM sebesar 0,3 persen. Dan, untuk transaksi lainnya 0,7 persen.
Namun, kenaikan tarif MDR QRIS tersebut dibebankan kepada pelaku UMKM atau pedagang.
BI menyatakan, tarif MDR QRIS tidak boleh dibebankan kepada konsumen atau pelanggan.
Selain itu tarif MDR QRIS juga tidak dibebankan untuk transaksi government to people, dan people to government.
Baca Juga: Manfaat machine learning di sektor pendidikan, tingkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran
Transaksi government to people contohnya seperti penyaluran bantuan sosial, dan people to government misalnya untuk pembayaran pajak, paspor, dan lainnya.
Menurut BI, kebijakan pengenaan MDR sejak 1 Juli 2023 dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keberlanjutan QRIS.
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau biasa disingkat QRIS, adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.
QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia, agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Artikel Terkait
Bank Sumsel Pangkalpinang Beri Hadiah Ke Merchant UMKM Pengguna QRIS hingga Manfaat dan Keuntungan dari QRIS
Hati-Hati, Penipuan Jenis Baru! Ramai Kasus QRIS Palsu di Kotak Amal Masjid, Bagaimana Kronologinya?
Strategi Pengelolaan Keuangan yang Efektif: Panduan untuk Sukses dalam Manajemen Keuangan
Mendominasi Era Digital: Strategi Bisnis yang Sukses untuk Bank Digital di Pasar Keuangan
Melangkah ke Masa Depan Keuangan: Bank Digital vs. Bank Konvensional dalam Strategi Bisnis
Mengupas Fenomena Blockchain dan Revolusi Keuangan Digital
Usia 20 tahun saat tepat menentukan masa depan ekomomi dan keuangan, siapkan sebelum menyesal di hari tua!