WartaPesona.com - Saat pertama kali dipasarkan beberapa 77 tahun yang lalu, Tupperware dianggap sebagai "produk ajaib".
Shuttleworth mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pasar telah dibanjiri oleh bisnis yang menyediakan produk pengganti yang lebih murah. Menurut situs resminya, sejarah merek tersebut dimulai ketika Earl Tupper, pendirinya, menemukan Tupperware pada awal tahun 1940-an.
Tupper mendirikan "Tupperware Plastic Company" pada tahun 1944. Ahli kimia Amerika ini adalah pelopor dalam penggunaan polietilen untuk aplikasi rumah tangga.
Baca Juga: Mudik Idul Fitri 2023: Sejarah dan Asal Usul Mudik saat Idul Fitri
Dia meluncurkan Wonderlier Bowl, segel kedap udara yang terkenal dengan desain tepi terbalik pada kaleng cat, dua tahun kemudian, pada tahun 1946. Mangkuk ini menjaga agar makanan tidak mengering, layu, atau kehilangan rasanya di lemari es.
Brownie Wise, seorang wiraniaga Amerika yang inovatif, memainkan peran penting dalam kesuksesan Tupperware. T
upperware home party perdana, titik balik dalam sejarah perusahaan, meluncurkan metode baru untuk menampilkan produknya kepada pelanggan pada tahun 1948.
Baca Juga: Idul Fitri Sebentar Lagi: Ini Dia Rekomendasi Transportasi Untuk Mudik saat Idul Fitri
Tupperware menjadi terkenal pada tahun 1950-an. .Wanita memiliki dampak positif pada pertumbuhan penjualan dengan berhasil memasarkan produk dari mulut ke mulut.
Terlepas dari kenyataan bahwa Tupperware dibuat oleh pebisnis laki-laki, para ibu dikaitkan dengan pemasarannya.
Selain tanggung jawab rumah tangga, metode pemasaran ini memungkinkan perempuan menghasilkan uang tambahan.
Baca Juga: Menghindari Tragedi Kematian Anak: Bahaya Perang Sarung Bagi Anak-Anak
Menurut ABC News, perusahaan Tupperware berada dalam penuruan finansial yang drastis karena bangkrut. Selama setahun terakhir, saham Tupperware mengalami penurunan hingga 90%.
Selanjutnya, New York Stock Exchange telah mengeluarkan peringatan bahwa saham Tupperware akan dikeluarkan dari daftar karena mereka gagal memberikan laporan tahunan yang diperlukan.
Neil Saunders, direktur pelaksana di pengecer GlobalData dan seorang analis ritel, mengklaim bahwa penurunan penjualan perusahaan juga membuat Tupperware dalam bahaya hingga terancam gulung tikar.
Artikel Terkait
Business Model Canvas: Manfaat dan Contoh Penerapan BMC pada Perusahaan
Kamu Harus Tau Pentingnya Strategi Bisnis untuk Perusahaan: Nomor 5 Wajib Kamu Terapkan!
Business Model Canvas (BMC) Strategi untuk Bisnis : Penjelasan 9 Elemen Bisnis Model Canvas
Tips Bisnis : Belajar Sukses dari Ciputra: 7 Kunci Sukses Ala Ciputra
5 Peluang Bisnis Menjanjikan yang Bisa Dimanfaatkan Pasca Pandemi COVID-19
Belajar Sukses dari Eka Tjipta Widjaja: 6 Tips Sukses Ala Pemilik Sinarmas Grop
Belajar Sukses dari Rusdi Kirana: 6 Tips Sukses dari Sang Pengusaha Penerbangan
Inilah Daftar Negara dengan Miliarder Terbanyak di Dunia, Indonesia Termasuk Juga
Kalau Kamu Baru Mulai Bisnis, Jangan Sampai Melakukan Ini!
Hari Raya Idul Fitri Membawa Berkah: Peluang Usaha Hampers Menjelang Hari Raya Idul Fitri