Dalam dunia bisnis, tidak semua orang bisa sukses secara instan. Ada yang butuh waktu bertahun-tahun untuk membesarkan usahanya.
Begitu juga dengan kisah dr. Tirta, seorang dokter yang merintis usaha cuci sepatu. Usaha cuci sepatu ini mulai terkenal pada tahun 2014, setelah foto before-after cuci sepatunya viral di sosial media dan membuat omzetnya melonjak tajam.
Baca Juga: Dorong Sektoral Ekonomi, PT Pos Indonesia Buka Pojok UMKM. Ini Ragam Produknya
Namun, saat hendak membuka toko di Jakarta pada tahun 2015, dr. Tirta mengalami kendala yang cukup besar. Biaya sewa ruko yang dituju ternyata senilai dengan tabungannya, yaitu Rp50 juta.
Akibatnya, ia harus menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa kembali ke Yogyakarta, bahkan ia pun tidak memiliki uang untuk menyewa tempat tinggal, seperti dikutip E-Pesona Magazine 1-21.
Namun, dr. Tirta tidak menyerah begitu saja. Ia dibantu oleh komunitas masyarakat sekitar, bahkan pernah merasakan dinginnya tidur di emperan ruko.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Ayla Dimitri: Si Fashion Editor dan Digital Creator yang Menginspirasi
Melihat kondisinya yang sulit, salah satu anggota band PeeWee Gaskins merasa iba dan membantu dr. Tirta untuk mempromosikan usaha cuci sepatunya. Tak lama kemudian, beberapa rekannya yang merupakan anak jalanan juga ikut membantu.
Dengan usaha dan bantuan yang ia terima, dr. Tirta berhasil membuka toko pada bulan Agustus dan mulai ramai oleh pengunjung.
Seiring berkembangnya usahanya, kini ia telah membuka 72 toko cabang di seluruh Indonesia. Namun, tidak semua jalan yang ia lalui selalu mulus.
Baca Juga: Perjalanan Karir Rosé Blackpink: Dari New Zealand ke Puncak Industri Musik K-Pop
Dampak dari pandemi COVID-19 membuat 10 toko terpaksa ditutup dan usaha lainnya seperti Communion Management hanya membuka 6 dari total 8 gerai yang tersedia.
Meskipun begitu, dr. Tirta tetap memilih untuk bersikap optimis dan percaya pada proses. Ia juga membuktikan bahwa memiliki kelebihan akademik tidak membuat seseorang sulit menjalani usaha.
Dalam usahanya, sebanyak 40% pegawai Shoes and Care adalah anak jalanan, mantan anak punk, mantan preman, bahkan mantan narapidana. Ia merangkul mereka semata-mata karena pernah merasakan hangatnya bantuan yang ia terima saat merintis usahanya di kota Jakarta.
Artikel Terkait
Mengatasi Tantangan Pasca Pandemi: Langkah-langkah yang Harus Diambil oleh Pelaku UMKM. 6 Langkah Wajib Tahu
Sandiaga Uno : Wonderful Indonesia Kembali Bersinar di MATTA FAIR Malaysia Usai 3 Tahun Tidak Berpartisipasi
Sandiaga Uno : Amanah Tak Pernah Salah Memilih Pundak: Pelantikan Pejabat Fungsional dan CPNS di Kemenparekraf
Mengenal Tyna Dwi Jayanti : Beauty Influencer Indonesia yang Aktif di Media Sosial
Mengenal Lebih Dekat dengan Ayla Dimitri: Si Fashion Editor dan Digital Creator yang Menginspirasi