"Bitcoin itu untuk setiap satu bitcoin yang tercipta itu ada biaya listriknya, biaya untuk menciptakan satu Bitcoin hampir mencapai 25.000 USD (sekitar Rp408 juta)," papar Oscar.
"Itu belum terkait biaya beli alat mining-nya, infrastruktur lain yang menambahkan ke dalam biayannya itu," tukasnya.
Pernyataan ini semakin memperkuat persepsi Bitcoin bisa menjadi alternatif investasi selain emas. Kendati sama-sama memiliki biaya produksi yang mahal, keduanya dianggap mampu mempertahankan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Baca Juga: BMW X3 Dinobatkan SUV Favorit di GIIAS 2025, namun Tak Lepas dari Catatan Negatif
Namun, Oscar juga mengingatkan setiap investor harus memahami risiko masing-masing instrumen. Meski dianggap aman, baik emas maupun Bitcoin memiliki ukuran perubahan statistik harga atau volatilitas yang perlu diantisipasi.
Hingga hari ini, dengan semakin berkembangnya teknologi dan tren investasi digital, pandangan terhadap Bitcoin sebagai “emas digital” tampaknya akan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan investor global.***
Artikel Terkait
Mencermati Capaian Kinerja LPS di Sepanjang Triwulan 1 2025 Semasa Kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa
Bongkar Plus Minus Spek Porsche 718 Cayman yang Sempat Viral di Medsos Gegara Bodinya Lecet Kena Serempet Truk
BMW X3 Dinobatkan SUV Favorit di GIIAS 2025, namun Tak Lepas dari Catatan Negatif
Abu Zayd Al-Balkhi: Pemikir Muslim yang Menyelami Kesehatan Mental Sejak Abad ke-9, Jauh Sebelum Psikologi Modern