"Jadi begitu ketahuan, itu makanya Putri nelpon Bripka RR dan Kuat nelepon ke Sambo. Tujuannya menyamakan persepsi mereka di sana, agar hubungan Kuwat dan Putri gak tercium, dan seolah-olah Yosua pelaku pelecehannya. Jadi Yosua ini adalah korban," jelas Deolipa.
Deolipa menjelaskan, adanya dugaan hubungan spesial Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf terjadi, karena Kuat sudah menjadi sopir Putri Candrawathi lebih dari 10 tahun. Dengan adanya pengaduan Kuat ke Ferdy Sambo yang menyatakan bahwa Brigadir J sudah melecehkan Putri Candrawathi, membuatnya murka dan marah.
"Kuat ini ikut mereka sudah 10 tahun lebih sejak Ferdy Sambo masih AKBP. Kuat ini kan orang dari Brebes, ikut Sambo sejak AKBP di sana. Namanya Sambo psikopat, dengar aduan seperti itu dari Kuat dan Putri, nalarnya tidak jalan dan merancang skenario, sehingga Yosua jadi korban," jelasnya.
Selain itu, menurut Deolipa ihwal rekonstruksi kejadian di rumah Ferdy Sambo dan menghadirkan 5 tersangka tidak akan mengungkap motif.
"Yang direkonstruksi di sana, adalah terjadinya penembakan seperti yang ada di BAP dan melihat kesesuaiannya antara keterangan 5 tersangka. Tapi tidak akan mengungkap motif," tutup Deolipa.*** (Mila Karmila/OrbitIndonesia.com)(SA)
Artikel Terkait
Ferdy Sambo Dipecat Tidak Hormat dari Polri, Langgar Kode Etik Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J
Putri Candrawathi Jadi Kunci Motif Kasus Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo, Simak Penjelasannya
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J Akan Dilakukan Besok Pagi, Ferdy Sambo Hadir. Ini Penjelasan Dari Penyidik
Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Akan Hadir di Rekonstruksi Kematian dan Pembunuhan Brigadir J Besok Selasa
Rekonstruksi Selesai, Kuat Maruf, Ferdy Sambo, Bharada E, RR Dibawa ke Tempat Tahanan, Putri Tidak Ditahan