Salman Rushdie Ditikam Saat Tampil di Seminar, Begini Profil Penulis Ayat Setan-setan yang Kontroversial

photo author
Tim WartaPesona, Warta Pesona
- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 22:49 WIB
Potret Salman Rushdie (/instagram/instalane)
Potret Salman Rushdie (/instagram/instalane)

 

 

New York – Saat akan melaksanakan seminar di Chautauqua Institution New York, Amerika Serikat pada Jumat, 12 Agustus 2022, Salman Rushdie ditikam di bagian leher oleh orang yag tak dikenal.

Peristiwa ini mengagetkan semua pihak, Salman Rushdie sangat dikenal sebagai penulis dan novelis yang kontroversial dengan karyanya berjudul “Ayat-Ayat Setan" pada tahun 1998 lalu.

 

Salman sejak karyanya itu, menjadi incaran pembunuhan dan mendapatkan ancaman pembunuhan. Kali ini diketahui pelaku penikaman ini adalah seorang pria muda berusia 24 tahun yang berhasil ditangkap polisi New York, mempunyai nama Hadi Matar.

Novelis dari negeri Inggris yang dilahirkan di tanah India itu terjatuh ke lantai setelah penikaman dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dengan tindakan operasi.

Baca Juga: Gelar Sembako Murah, OK OCE Besutan Sandiaga Uno Kolaborasi Bersama KADIN Jakarta Pusat Agar Harga Terjangkau

Penulis Inggris kelahiran India itu langsung diterbangkan ke rumah sakit untuk menjalani operasi.

 

Seperti diberitakan Pikiran-Rakyat.com dalam artikel berjudul, Profil Singkat Salman Rushdie Penulis Novel Ayat-Ayat Setan yang Kontroversial, beginilah profil singkat Salman Rushdie. 

Profil Salman Rushdie

Salman Rushdie lahir di Bombay (Sekarang Mumbai) India pada 1947. Sejak remaja, Salman Rushdie mendapatkan pendidikan skala Internasional karena berhasil masuk ke sebuah sekolah di Inggris.

Salman Rushdie mengawali karir sebagai penulis pada sebuah firma periklanan dengan menjadi penulis iklan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tim WartaPesona

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X