berita

Ketua Umum OK OCE Indonesia Hadiri Second Generation Outlook 2026: Regenerasi Bisnis Keluarga Butuh Family Constitution dan Purpose Beyond Profit

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:34 WIB
SECOND GENERATION OUTLOOK - WartaPesona.com (TIM SECOND GENERATION OUTLOOK)


WartaPesona.com - ESQ Business School menyelenggarakan forum Second Generation Outlook 2026 bertema “Satu Visi. Lintas Generasi.” pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 10.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom.

Kegiatan ini membahas tantangan dan strategi keberlanjutan bisnis keluarga lintas generasi.

Forum menghadirkan Prof. (H.C.) Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Corp), Dr. Dwitya Agustina, S.T., MBA (Researcher & Lecturer in Family Business), Dr. Zahra Fajardini, M.Pd. (Director Nizamia Andalusia School), serta Muhamad Wijanarko, S.Tr.Par., CPS. (Mitra Labaik Chicken). 

Turut hadir juga dalam forum tersebut Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan keluarga di Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa RI Rasakan Manfaat Student Exchange di UEA, Hasil Diplomasi Prabowo Subianto Semasa Menhan

Dalam diskusi disampaikan bahwa tingkat keberlanjutan bisnis keluarga cenderung menurun di setiap generasi.

Sekitar 30 persen bisnis keluarga bertahan hingga generasi kedua, dan kurang dari 13 persen yang berlanjut hingga generasi ketiga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa regenerasi bukan hanya proses pergantian kepemimpinan, melainkan membutuhkan sistem dan penyelarasan visi yang jelas.

Dr. Dwitya Agustina menjelaskan pentingnya tata kelola (governance) dalam bisnis keluarga, termasuk kejelasan struktur peran antara keluarga dan profesional.

Menurutnya, ketidakjelasan peran sering kali menjadi sumber konflik yang berdampak pada keberlangsungan usaha.

Dokumentasi acara - Wartapesona.com (Tim Wartapesona.coom)

Dr. Zahra Fajardini menekankan pentingnya penyusunan family constitution atau aturan tertulis keluarga yang memuat visi, nilai, pembagian peran, serta mekanisme pengambilan keputusan. Dokumen tersebut disusun melalui kesepakatan bersama dan perlu dievaluasi secara berkala.

Ia juga membedakan antara family values dan corporate values. Di Nizamia Andalusia School, corporate values yang diterapkan adalah fathonah, amanah, siddiq, dan tabligh.

Baca Juga: Polemik Anak WNA Awardee LPDP Memanas, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Beri Ultimatum Tegas

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB