Polemik Anak WNA Awardee LPDP Memanas, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Beri Ultimatum Tegas

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 24 Februari 2026 | 13:51 WIB
Babak Baru Polemik Awardee LPDP yang Pamer Paspor Inggris Anaknya: Kena Ultimatum Menkeu Purbaya - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)
Babak Baru Polemik Awardee LPDP yang Pamer Paspor Inggris Anaknya: Kena Ultimatum Menkeu Purbaya - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)

WartaPesona.com – Polemik seputar pernyataan seorang awardee beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, terus bergulir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Unggahan Tyas yang menyebut enggan anak-anaknya berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI) menuai reaksi keras publik dan kini berujung pada sikap tegas pemerintah.

Kontroversi bermula dari unggahan Tyas di akun Threads miliknya, @sasetyaningtyas.

Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan kalimat yang kemudian viral dan memantik kemarahan warganet.

“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan,” tulis Tyas.

Unggahan itu dinilai sebagian publik tidak pantas disampaikan di ruang publik, terlebih oleh sosok yang merupakan penerima beasiswa negara.

Banyak warganet menilai pernyataan tersebut mencederai rasa nasionalisme dan bertentangan dengan nilai kebangsaan yang selama ini dijunjung oleh LPDP.

Baca Juga: Raih Beasiswa di Jepang, WNI Ini Tegaskan Tetap Bangga Berpaspor Indonesia

Menkeu Turun Tangan

Polemik kian membesar setelah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara dan menyampaikan sikap tegas pemerintah.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026, Purbaya menegaskan bahwa Tyas dan suaminya, Arya Iwantoro, akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) untuk berkarier di lingkungan pemerintahan.

“Blacklist artinya nanti mereka tidak bisa kerja lagi (berhubungan) dengan pemerintah di sini, selama saya di sini atau diblacklist permanen,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa sanksi tersebut berlaku bagi keduanya.

“Dua-duanya,” tegas Purbaya.

Pernyataan tersebut menandai babak baru polemik yang sebelumnya hanya bergulir di media sosial, kini memasuki ranah kebijakan dan konsekuensi administratif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB
X