“Saya alumni LPDP. Jelas tugas saya adalah berkontribusi bagi negara lewat kemampuan saya yang kecil ini,” ungkap Ardy melalui Threads, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, saat ini dirinya melayani pasien di wilayah pedesaan, tepatnya di rumah sakit yang berada di kawasan paling utara Jawa Tengah.
Selain itu, Ardy juga bertugas di dua rumah sakit lain yang lokasinya masih berdekatan.
“Saya melayani warga di pedesaan, di rumah sakit paling utara Jawa Tengah, dan dua RS lain di dekat sini,” terangnya.
Baca Juga: Raih Beasiswa di Jepang, WNI Ini Tegaskan Tetap Bangga Berpaspor Indonesia
Banjir Apresiasi, Disebut ‘Kacang yang Tak Lupa Kulitnya’
Unggahan Ardy tersebut pun dibanjiri komentar positif dari warganet. Banyak yang menilai Ardy sebagai contoh nyata alumni LPDP yang tidak melupakan tanah kelahirannya dan memilih mengabdi di daerah, bukan sekadar mengejar karier di kota besar atau luar negeri.
“Alhamdulillah, kacang yang tidak lupa kulitnya ya kak,” tulis seorang warganet melalui akun @suzy.hafiz.35.
Komentar serupa terus bermunculan, memuji sikap rendah hati Ardy serta dedikasinya melayani masyarakat di wilayah yang minim tenaga spesialis.
Baca Juga: Arie Kriting Bereaksi soal Polemik Anak WNA : Jangan Mudah Mengkhianati Negeri
Rendah Hati dan Penuh Rasa Syukur
Menanggapi berbagai pujian tersebut, Ardy tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia memperkenalkan dirinya sebagai masyarakat biasa yang kebetulan mendapat kesempatan belajar hingga ke luar negeri berkat beasiswa negara.
“Senang banget lihat respon positif kalian. Salam kenal ya, saya spesialis penyakit dalam,” tulis Ardy.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah membiayai pendidikannya melalui program LPDP.
“Terima kasih sudah membiayai pendidikan saya melalui LPDP,” imbuhnya.
Saat ini, Ardy diketahui aktif melayani pasien di wilayah Kelet, Jepara, serta Tayu, Pati. Ia pun berharap kehadirannya bisa membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Doakan semoga saya bisa menjadi berkat di sana,” tutup Ardy.