Ia menjelaskan bahwa daging dari dua ekor sapi tersebut telah dibagikan kepada lebih dari 200 santri serta lebih dari 50 anggota dewan guru dan pengurus pondok pesantren.
Proses pembagian dilakukan secara merata agar seluruh warga pondok dapat merasakan kebahagiaan Meugang.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya melengkapi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi suntikan semangat dan motivasi bagi para santri serta pengajar dalam menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Mudah-mudahan apa yang dimakan nanti menjadi energi yang menguatkan ibadah mereka dan menambah semangat dalam menyambut Ramadan. Meugang ini memang tidak pernah terlewatkan bagi kami, warga Aceh,” jelasnya.
Baca Juga: Ramadan di Pengungsian Aceh Tamiang, Harapan dan Doa Warga di Tengah Ujian Bencana
Lebih lanjut, Mulkana menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus doa kepada Presiden Prabowo atas kepedulian yang diberikan.
Ia berharap sedekah tersebut menjadi amal jariah dan membawa keberkahan, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi semua pihak yang terlibat dalam penyalurannya.
“Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah, membawa berkah, dan menjadi penguat persaudaraan di antara kita semua,” pungkasnya.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, sedekah sapi untuk tradisi Meugang ini menjadi simbol kepedulian dan perhatian Presiden terhadap masyarakat Aceh, khususnya kalangan pesantren.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi lokal sekaligus memperkuat ketahanan spiritual masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. *****
Baca Juga: Belum Pulih dari Bencana 2025, Tapanuli Tengah Kembali Diterjang Banjir-Longsor