Salim juga menekankan bahwa keterlibatan guru lokal menjadi kunci utama keberhasilan pemulihan pendidikan pascabencana.
Dengan menggandeng para pendidik setempat, proses belajar dapat berjalan lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
Baca Juga: Diduga Keracunan Menu MBG, Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Alami Mual hingga Diare
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan
Lebih lanjut, Salim menyampaikan keyakinannya bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, membangun kembali rumah dan infrastruktur fisik memang penting, namun memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan tidak kalah krusial.
“Kami merasa pendidikan adalah prioritas. Anak-anak harus terus belajar, apa pun kondisinya,” tutur Salim.
Ia menambahkan, anak-anak korban bencana tidak boleh kehilangan harapan hanya karena situasi sulit yang mereka alami.
Pendidikan, kata Salim, adalah jalan utama agar mereka bisa bangkit dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Soroti Menurunnya Perhatian Publik
Dalam unggahannya, Salim juga menyinggung fenomena mulai berkurangnya perhatian publik terhadap bencana Sumatera.
Ia mengakui bahwa seiring berjalannya waktu, jumlah influencer dan tokoh publik yang datang ke lokasi bencana semakin sedikit.
“Tugas yang paling berat karena tidak banyak lagi influencer yang datang,” ungkapnya.
Namun demikian, Salim mengajak masyarakat untuk tetap peduli dan mendukung siapa pun yang masih berjuang membantu para korban.
Ia berharap publik turut menyebarkan informasi dan cerita tentang kondisi terkini Sumatera agar semangat gotong royong tetap terjaga.
“Siapapun yang saat ini masih datang dan peduli bencana Sumatera, bagikan postingan tentang mereka. Jangan biarkan mereka sendirian,” pungkas Salim.