Ia merujuk berbagai kajian dan studi global yang menggambarkan kehancuran masif yang tak terhindarkan.
“Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari,” ujar SBY.
Ia bahkan menyebut, jumlah korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia, sebuah angka yang menggambarkan kehancuran peradaban manusia secara menyeluruh.
“Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia,” tandasnya.
Berharap Prediksi Tidak Menjadi Kenyataan
Meski demikian, SBY menegaskan bahwa ia sangat berharap analisis dan prediksinya tersebut meleset.
Ia menilai, dunia masih memiliki kesempatan untuk belajar dari sejarah dan mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah perang global.
Menurutnya, kesadaran kolektif, kepedulian para pemimpin dunia, serta penguatan diplomasi internasional menjadi kunci utama untuk menghindari skenario terburuk tersebut.
Dengan nada reflektif, SBY mengajak komunitas internasional untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu
dan menjadikan perdamaian sebagai prioritas bersama, demi menyelamatkan masa depan umat manusia. *****