Jika dihitung secara bulanan, nominal tersebut bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta, tergantung intensitas kerja.
Perbandingan inilah yang kemudian memicu reaksi emosional dari para guru honorer. Banyak pihak menilai,
meskipun setiap profesi layak dihargai, seharusnya kesejahteraan tenaga pendidik mendapatkan prioritas yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak yang berkaitan dengan program MBG belum memberikan pernyataan resmi terkait isu viral tersebut.
Viralnya curhatan guru honorer ini kembali membuka diskusi publik tentang pentingnya evaluasi kebijakan kesejahteraan tenaga pendidik,
khususnya guru honorer yang selama ini berada di garis terdepan pendidikan, namun masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. *****