berita

Terdesak Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Mengungsi di Kuburan Tionghoa usai Minta Izin Ahli Waris

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:00 WIB
Warga Aceh Tamiang Tinggal di Kuburan Tionghoa, Minta Izin pada Keluarga Ahli Waris jadi Tempat Pengungsian - WartaPesona.com (SiarIndo.com)

WartaPesona.com – Sejumlah warga Kampung Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, masih bertahan hidup di kompleks kuburan Tionghoa setelah banjir bandang disertai tanah longsor meluluhlantakkan kawasan permukiman mereka.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu membuat banyak rumah warga rusak berat, tertimbun lumpur, bahkan roboh.

Hingga pertengahan Januari 2026, sebagian warga mengaku belum bisa kembali ke rumah karena kondisi yang masih tidak layak huni.

Di tengah keterbatasan tempat tinggal dan belum meratanya hunian sementara, area kuburan Tionghoa yang berada di dataran lebih tinggi akhirnya dipilih sebagai lokasi pengungsian darurat.

Bertahan Hidup dengan Mendirikan Tenda di Area Makam

Kondisi warga Kampung Durian ini menjadi viral setelah sebuah akun TikTok, @bang_cigen, mengunggah video yang memperlihatkan kehidupan para pengungsi di kompleks pemakaman tersebut.

Dalam video yang telah ditonton lebih dari 40 ribu kali itu, tampak sejumlah tenda darurat berdiri di antara nisan makam.

Beberapa tikar digelar sebagai alas tidur, sementara barang-barang seadanya diletakkan di sekitar tenda.

Anak-anak hingga orang tua terlihat beraktivitas di area tersebut, berusaha bertahan di tengah situasi yang jauh dari kata layak.

Kuburan Tionghoa yang berada di perbukitan dinilai relatif aman dari genangan banjir susulan, sehingga menjadi satu-satunya pilihan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga: Kejar Bersih Rumah Jelang Ramadan, Warga Aceh Kerahkan Alat Berat dan Gotong Royong Angkut Lumpur Sisa Banjir

Meminta Izin dan Menyampaikan Permohonan Maaf pada Ahli Waris

Dalam video yang sama, seorang warga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga ahli waris pemilik makam.

“Untuk keluarga Bapak Wong Suherman, kami mohon maaf ini. Pemakamannya kami tempati mengungsi sementara karena rumah kami belum bisa ditempati,”

ucap warga tersebut dalam video yang diunggah pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Dengan suara bergetar, ia menjelaskan bahwa kondisi rumah warga masih dipenuhi lumpur tebal dan sebagian bangunan bahkan roboh.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB