Aksi tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang masih kesulitan mengakses makanan layak.
Dalam keterangannya, Bobon menyebutkan bahwa pembagian makanan akan dilakukan selama sepekan, mulai 10 hingga 16 Januari 2026, dengan total puluhan ribu porsi.
“Tanggal 10 Januari 2026, kami membagikan 10.000 porsi sapi lada hitam di Kota Lintang, tepatnya di Masjid Al-Ihsan,” tuturnya.
Ia menambahkan, terdapat tujuh jenis menu berbeda yang akan disajikan selama kegiatan berlangsung.
Setiap harinya, sekitar 10.000 porsi makanan akan dibagikan di lokasi yang berbeda, menjangkau berbagai kecamatan terdampak di Aceh Tamiang.
“Hingga 16 Januari 2026, kami akan membagikan 10.000 porsi sosis kecap bawang di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang,” sambung Bobon.
Rumah Darurat dari Sisa Reruntuhan
Di sela-sela persiapan masak besar, Bobon juga melakukan survei lokasi di wilayah terdampak.
Ia menyambangi sejumlah titik yang menjadi tempat tinggal sementara warga, termasuk area di bawah jembatan yang kini dihuni ratusan masyarakat terdampak.
“Di bawah jembatan. Jadi memang ini area utara dan selatan Aceh, ribuan masyarakat terdampak di sini,” ujar Bobon.
Dalam cuplikan video lainnya, Bobon mendatangi sebuah rumah sederhana yang dibangun warga dari sisa reruntuhan bangunan pascabencana.
Rumah tersebut berdiri seadanya, dengan dinding papan bekas dan atap darurat.
“Dari banyak rumah di sini, ada satu rumah sederhana,” ucap Bobon.
“Ini dari sisa-sisa papan di rumah,” kata seorang warga yang ditemuinya.
Bobon menjelaskan bahwa material yang digunakan untuk membangun rumah tersebut berasal dari bangunan utama warga yang hancur diterjang banjir bandang.