Presiden kedua RI, Soeharto, juga tercatat dua kali berbicara di forum ini. Pada 1992, ia menyampaikan Pesan Jakarta, hasil KTT Gerakan Non-Blok di Jakarta yang mewakili 108 negara.
Tiga tahun kemudian, ia kembali hadir pada peringatan 50 tahun PBB, menegaskan komitmen Indonesia pada kerja sama internasional.
Megawati Dorong Reformasi PBB
Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidatonya di PBB pada 2001 dan 2003. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya reformasi menyeluruh agar PBB lebih relevan dalam menghadapi tantangan global.
SBY, Presiden Paling Aktif di PBB
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden RI paling sering tampil di podium PBB. Dalam periode 2004–2014, ia enam kali berpidato, termasuk pada Sidang Umum ke-62 tahun 2007.
SBY kerap mengangkat kontribusi Indonesia untuk perdamaian dunia, isu perubahan iklim, hingga pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Mencermati Akar Konflik Tanah Israel Sejak 1947 setelah Kini 142 Negara Gaungkan Palestina Merdeka
Prabowo dan Arah Baru Diplomasi Indonesia
Kini, kesempatan berbicara di podium PBB ada di tangan Prabowo Subianto. Kehadirannya bukan sekadar simbol kembalinya Indonesia setelah 10 tahun, tetapi juga kesempatan emas menambah babak baru dalam tradisi diplomasi RI.
Pertanyaan besarnya: apakah Prabowo akan menggemakan isu-isu lama seperti Palestina dan reformasi PBB, atau menghadirkan visi segar untuk menempatkan Indonesia lebih strategis di tengah turbulensi geopolitik dunia?
Apa pun arah pidatonya, momen ini akan tercatat sebagai bagian penting dari jejak panjang Indonesia di Sidang Umum PBB sejak era Soekarno hingga kini.***