Mekanisme ini dihadirkan untuk menyesuaikan dengan pendapat ulama yang memperbolehkan penyembelihan dam di tanah air bagi jemaah yang tidak memungkinkan melakukan di Arab Saudi.
Penerapan jalur Baznas berhasil menghimpun lebih dari Rp21 miliar dari 8.451 jemaah. Hal ini juga menjadi wujud dari inovasi yang memudahkan sekaligus memberdayakan potensi zakat dan distribusinya di dalam negeri.
4. Pemberdayaan Ekonomi Nasional Lewat Ekspor Bumbu Nusantara
Ekspor bumbu nusantara sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji mengalami lonjakan drastis tahun ini.
Dari hanya 16 ton pada 2023 dan 70 ton di 2024, volume ekspor meningkat menjadi 475 ton pada 2025.
Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan strategi diplomasi ekonomi dan promosi produk lokal, sekaligus membuka peluang pasar luar negeri bagi pelaku UKM Indonesia.
Keberadaan bumbu nusantara juga memperkuat identitas kuliner Indonesia di ranah internasional, khususnya di Makkah dan Madinah.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pelayanan yang Lebih Baik
Empat terobosan yang disampaikan Menag menjadi cerminan keseriusan pemerintah dalam melakukan reformasi sistemik penyelenggaraan haji.
Evaluasi menyeluruh akan tetap dilakukan demi meningkatkan aspek kenyamanan, keamanan, dan kebermaknaan spiritual jemaah di masa depan.
Kemenag menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas layanan haji melalui pendekatan kolaboratif, efisien, dan inovatif, sehingga ke depan, ibadah haji benar-benar menjadi pengalaman ibadah yang aman, khusyuk, dan ramah jemaah.***