WartaPesona.com- Makkah (Kemenag) — Subuh belum menyingsing sepenuhnya saat ribuan jemaah memadati area Jamarat. Suasana begitu dinamis—aroma kelelahan bercampur semangat ibadah menyatu dalam langkah-langkah penuh pengharapan.
Sirene mobil patroli dan teriakan petugas terdengar nyaring, mengarahkan jemaah untuk tetap berjalan dan segera menyelesaikan lontaran jumrah.
Di tengah keramaian itulah tergambar potret keikhlasan dan kebersamaan. Salah satunya datang dari rombongan jemaah haji KBIHU Al-Makarim asal Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: Lempar Jumrah: Simbol Pengusiran Nafsu, Momentum Kembali ke Fitrah
Mereka baru saja menuntaskan lontar jumrah untuk hari tasyrik terakhir (12 Zulhijjah), dan memutuskan untuk mengambil nafar awal.
"Kami berangkat dari Mina jam 3 pagi dan melontar setelah subuh. Alhamdulillah, semua berjalan lancar," ujar Bibit Hariyanto, Ketua Rombongan.
Momen ini tidak dilewatkan begitu saja. Rombongan pun mengabadikan kenangan dengan foto bersama di dekat area Jumrah Aqabah.
Baca Juga: Khusyuk di Padang Muzdalifah: Ratusan Ribu Jemaah Indonesia Jalani Mabit Menuju Puncak Ibadah Haji
Senyum merekah di setiap wajah, menandai kegembiraan setelah menuntaskan rangkaian ibadah Armuzna yang panjang dan melelahkan.
Menariknya, kekompakan menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Meski berasal dari syarikah yang berbeda, komunikasi melalui aplikasi pesan instan memudahkan mereka untuk menentukan titik kumpul dan waktu berangkat bersama.
"Kami memang beda-beda syarikah, tapi dengan koordinasi lewat WA, kami bisa tetap bareng. Ini penting untuk saling jaga dan saling bantu," tambah Bibit.
Baca Juga: Iduladha Momentum Penguatan Taqwa, Solidaritas Sosial, dan Semangat Kolektif Bangun Bangsa
Di sudut lain Jamarat, rombongan jemaah dari Palembang juga menunjukkan euforia yang sama. Dengan penuh sukacita, mereka berfoto bersama setelah berhasil menyelesaikan lontar jumrah dan siap kembali ke Mina.