WartaPesona.com- Jeddah (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan langsung kepada Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama untuk memastikan tidak ada jemaah haji yang terabaikan dalam seluruh rangkaian layanan.
Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Amirul Hajj yang berlangsung di Kantor Urusan Haji Jeddah pada Jumat (30/5/2025), menjelang pelaksanaan fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kita tidak bisa membiarkan ada satu saja jemaah yang merasa tidak terlayani. Itjen harus menjadi ujung tombak dalam menjaga mutu dan ketepatan layanan,” tegas Menag.
Baca Juga: Sinergi Pelayanan Haji Indonesia 1446 H: Rapat Teknis Amirulhajj 2025 Dimulai di Jeddah
Arahan tersebut disambut oleh Irjen Kemenag, Khairunas, yang menegaskan kesiapan penuh jajarannya.
Menurutnya, pengawasan operasional telah ditingkatkan secara signifikan seiring mendekatnya hari-hari puncak ibadah haji.
“Tim kami sudah berada di berbagai titik krusial. Setiap temuan langsung ditindaklanjuti secara cepat dan disampaikan kepada pihak penyelenggara untuk segera dikoreksi,” tutur Khairunas.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Wakili Indonesia pada Sesi ke-123 Dewan Eksekutif UN Tourism di Spanyol
Pengawasan diarahkan pada titik rawan seperti transportasi menuju Armuzna, kesiapan tenda dan logistik, serta pelayanan terhadap jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Kolaborasi antara Itjen dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus diperkuat untuk memastikan bahwa seluruh tahapan ibadah berlangsung lancar, aman, dan sesuai regulasi.***