Intan juga menekankan pentingnya memperkenalkan budaya Indonesia sejak dini melalui destinasi wisata lokal yang kaya akan nilai kebudayaan.
Sementara itu, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriawan Salim, menggarisbawahi pentingnya menghindari pelarangan total study tour. Menurutnya, pendekatan yang tepat adalah memastikan adanya standar yang menjamin kualitas dan keamanan kegiatan tersebut.
“Kita tidak ingin tour tanpa study. Kita perlu standar yang mengatur jumlah pembimbing, keamanan, serta substansi edukasinya,” ungkap Satriawan.
Diskusi ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan pemikiran antar pemangku kepentingan, dari pemerintah, pelaku pariwisata, hingga pendidik, dalam membentuk arah baru wisata edukasi di Indonesia yang aman, mendidik, dan berkelanjutan.***