Sinergi dan Dampak Lokal
Ketua Koperasi, Muhammad Ihsan, menjelaskan bahwa kebutuhan pasar Jabodetabek terhadap ikan kakap putih dan kerapu sangat tinggi, dengan produksi harian mencapai 100 kg per tambak. Meski ada permintaan ekspor, fokus utama masih pada pemenuhan kebutuhan domestik.
“Kami ingin menjadikan koperasi ini sebagai pusat inovasi dan penggerak utama budidaya ikan intensif. Namun, kami menghadapi tantangan seperti banjir rob dan kurangnya revitalisasi tambak,” kata Ihsan.
Ihsan berharap dukungan pemerintah untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk perbaikan infrastruktur tambak. Dengan bantuan tersebut, ia optimis Muaragembong dapat kembali dikenal sebagai Kampung Dolar.
“Kami membutuhkan dukungan penuh dari Kemenkop dan kementerian lain, terutama untuk memperbaiki prasarana tambak agar produksi kami lebih stabil,” tambahnya.
Wamenkop Ferry optimistis bahwa koperasi ini dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya di sektor perikanan.
Dengan dukungan maksimal, Koperasi Mambo Mina Mekar Sejahtera diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus berkontribusi signifikan pada ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan koperasi ini adalah salah satu langkah nyata menuju kesejahteraan masyarakat. Kami akan mendukung penuh agar koperasi ini terus berkembang,” tutup Ferry.***