WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bertemu dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif periode 2015-2019, Triawan Munaf, dalam audiensi strategis yang membahas pengembangan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional.
Baca Juga: Desa Wisata Naik Kelas: Literasi Keuangan & Bisnis DPUP 2024 di Samosir
Pertemuan ini digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Selasa (26/11/2024), dan menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Dalam 10 tahun terakhir, serapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif meningkat dua kali lipat menjadi 24,92 juta, dengan nilai tambah yang mencapai Rp1.414 triliun,” ujar Menteri Riefky.
Baca Juga: De Gadjah Akui Tertinggal di Pilgub Bali, Berikan Selamat kepada Koster-Giri
Capaian ini menjadi alasan utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama dalam strategi Asta Cita, yang mencantumkan sektor ini lebih dari 20 kali sebagai prioritas nasional.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029 dengan menjadikan ekonomi kreatif sebagai new engine of growth.
Baca Juga: Hasil Quick Count Pilgub Jabar 2024: Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Menuju Kemenangan
Riefky menjelaskan, kementeriannya tengah mempercepat program quick wins untuk mengatasi tantangan sektor ekonomi kreatif, termasuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satu langkah nyata adalah mengintegrasikan dukungan dari pelaku industri kreatif seperti Injourney, tempat Triawan Munaf kini menjabat sebagai Komisaris Utama.
Baca Juga: Pilkada DKI Jakarta 2024: Satu atau Dua Putaran?
Triawan Munaf mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah dilakukan Riefky dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
“Saya merasa optimis dengan energi yang ditunjukkan Kemenekraf. Ini sudah berada di jalur yang benar, dan saya siap mendukung percepatan pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Triawan.
Triawan berharap dukungan anggaran yang memadai dapat mendampingi ambisi besar ini. “Ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia, masa depan generasi muda kita. Dengan dukungan yang memadai, kita bisa memastikan masa depan itu cerah,” tambahnya.