Selain itu, juga berangkat dari kegelisahan para petani lahan kering yang kesulitan panen karena cuaca yang juga tidak menentu.
Kemudian, ditemukanlah metode atau sistem pertanian hemat air itu dengan cara menggunakan plastik UV.
Isnanto menjelaskan, sistem pertanian hemat air itu caranya sangat mudah. Tanah digali sedalam 50 centimeter, kemudian diberi lembaran plastik UV pada bagian dasar galian.
Fungsi dari pemasangan plastik UV itu adalah untuk menyimpan air atau mencegah air terbuang.
Baca Juga: Acara Peringatan HUT RI 2024 akan digelar di Ibu Kota Nusantara IKN dan Jakarta, agendanya ini
Setelah itu, tanah bekas galian dicampur pupuk organik dan digunakan untuk menutup kembali galian tanah yang pada bagian dasar sudah diberi plastik UV.
Dengan cara itu air dan pupuk tidak terbuang percuma, dan lahan tanam padi bisa tetap basah, meski minim sumber air.
Sejak menerapkan sistem pertanian lahan kering itu pada 2023, petani padi di Trenggalek bisa panen dua kali.
Baca Juga: Job fair di Yogyakarta Agustus 2024 sediakan 2.000 lowongan pekerjaan, apa saja simak di sini
Keberhasilan itupun membuat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, akan memperluas penerapan sistem pertanian hemat air tersebut di wilayahnya.
Dia bahkan optimis, dengan sistem itu petani padi lahan kering bisa panen empat kali dalam setahun.
"Kalau ini bisa terjadi, maka kemungkinan InsyaAllah di Trenggalek nanti bisa mengatasi krisis iklim," katanya. ***(KKO)