Sementara, pengamat yang berada di sebelah barat garis miring, seperti Maluku Utara, sebagian Maluku, Sulawesi, Gorontalo, NTT, NTB, Bali, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera, tidak dapat melihat fase gerhana karena bulan masih berada dibawah horizon.
Proses gerhana ini, dapat dilihat di sebagian besar Amerika dan Kanada, serta prosesnya terjadi saat bulan terbit yang dapat diamati di sebagian kecil Asia, sebagian Australia, Selandia baru, dan sebagian Rusia kecil.
Seperti yang diketahui, terjadinya Gerhana Bulan Penumbra, dimana posisi matahari-bumi-bulan sejajar, yang membuat bulan hanya masuk ke bayangan penumbra bumi.
Baca Juga: Happy Birthday Renjun! ini Biodata dan Fakta Menarik Idolanya yang Bergabung pada NCT tahun 2016
Nantinya, saat puncak Gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat Purnama. Meski begitu, adanya Gerhana Matahari merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bumi dan selalu terjadi saat fase bulan baru.
Tahun 2024 Gerhana Bulan Penumbra merupakan anggota ke-64 dari 71 anggota pada seri Saron 113, yang sebelumnya Gerhana Bulan berasosiasi dengan gerhana tersebut adalah Gerhana Bulan Penumbra 14 Maret 2006.
Fenomena ini, yang akan datang berasosiasi dengan Gerhana Bulan Penumbra pada 5 April 2042, yang dapat diamati kembali di langit Indonesia.
Selain Gerhana Bulan Penumbra, tahun ini juga ada Gerhana Matahari Total, yang akan terjadi pada 8 April 2024. Namun, gerhana tersebut tidak dapat diamati di Indonesia.
Ada juga Gerhana Bulan Sebagian yang akan terjadi pada 18 September 2024, dan Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 2 Oktober 2024. Namun, kedua gerhana tersebut tidak dapat diamati di langit Indonesia.
Oleh karena itu, kamu dapat catat jam dimulai hingga berakhir Gerhana Bulan Penumbra, agar dapat melihat proses fenomena alam.***(SDP)/PR