WartaPesona.com - BMKG memprakirakan musim hujan tahun 2023-2024 secara umum akan datang lebih lambat dan tidak terjadi serentak.
Menurut BMKG, keragaman iklim di Indonesia membuat musim hujan 2023-2024 yang semula diprediksi mulai September-November 2023 tidak terjadi serentak.
BMKG menyatakan, musim hujan tahun 2023-2024 akan terjadi secara berurutan di semua zona musim di Indonesia mulai September-November 2023 ini.
Berikut prakiraan musim hujan tahun 2023-2024 yang diprediksi akan terjadi berurutan, dinukil dari kanal YouTube BMKG.
September 2023
Musim hujan terjadi di 24 zona musim atau 3,4 persen, yaitu sebagian Sumatera Barat, dan Riau bagian Selatan.
Oktober 2023
Sekitar 69 zona musim atau 9,9 persen akan memasuki musim hujan, yaitu di provinsi Jambi, Sumatera Selatan bagian utara, Jawa Tengah bagian selatan, sebagian wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian barat, dan sebagian besar Kalimantan Timur.
Baca Juga: Buka Kongres ke-25 PWI 2023, Presiden Jokowi ingatkan Pers jangan bersaing karena viral
November 2023
Terdapat sekitar 255 zona musim atau 36,5 persen yang akan memasuki musim hujan.
Zona musim itu meliputi Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Banten, Jakarta, Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah.
Sebagian Jawa Timur, Bali, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo.
Sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Selatan, Maluku Utara bagian utara, dan Papua Selatan bagian selatan.
Baca Juga: Mendag Zulkifli pastikan social commerce tak boleh lagi berjualan, kecuali promosi
Desember 2023
Sekitar 153 zona musim atau 21,9 persen diperkirakan akan memasuki musim hujan, termasuk sebagian besar Jawa Timur bagian utara, sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Sulawesi Tenggara, dan sebagian Maluku.