WartaPesona.com- Kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangka visitasi terakhir 75 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 menghadirkan momen-momen menarik yang tak terlupakan.
Dalam salah satu momen tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno menuju Desa Wisata Tebara di Kampung Prai Ijing, Kota Waikabubak, dengan iringan puluhan kuda Sumba, juga dikenal sebagai sandalwood pony, sejauh 200 meter.
Keberadaan kuda ini memberikan nuansa unik pada kunjungan tersebut.
Baca Juga: Terbakar Hebat! Halte Busway Tendean Dilalap Api, Upaya Pemulihan Sedang Berlangsung
Kedatangan Menteri Sandiaga Uno ke Desa Wisata Tebara dengan iringan puluhan kuda Sumba membuktikan kedalaman budaya dan tradisi setempat.
Bagi masyarakat Sumba, kuda memiliki makna yang mendalam dan dihormati sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas mereka. Masyarakat lokal mengenal kuda dengan sebutan 'ndara'.
Kehadiran kuda ini memberikan dampak signifikan pada budaya dan kehidupan masyarakat Sumba.
Baca Juga: iPhone 15 meluncur September 2023? Kabel pengisian daya beralih dari Port Lightning ke USB Universal
Kuda sandalwood pony adalah hewan endemik Sumba, dikembangbiakkan khusus di Pulau Sumba. Kuda ini awalnya merupakan hasil penyilangan genetika antara kuda keturunan Arab dengan kuda poni lokal, yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampilan.
Maka tak heran jika kuda ini tampak gagah, pemberani, dan memiliki ketahanan tubuh yang baik, yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Sumba.
Nama 'sandalwood pony' dikaitkan dengan kayu cendana (sandalwood tree), yang dulunya menjadi komoditas ekspor utama dari Pulau Sumba dan sekitarnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Mendorong Generasi Muda Mengembangkan Ekraf, Tradisi dan Budaya Lokal Jadi Unggulan
Awalnya, kuda ini digunakan sebagai alat pengangkut barang dan kendaraan perang. Namun, seiring berjalannya waktu, kuda ini juga menjadi simbol mas kawin atau 'belis' dalam budaya Sumba.
Kuda juga memiliki peran penting dalam aspek sosial masyarakat Sumba. Mereka dianggap sebagai tunggangan terakhir menuju alam baka, memberikan nuansa khusus pada acara-acara penting dan perhelatan tahunan seperti Pasola.
Dalam kunjungan ini, Menparekraf Sandiaga Uno mengukuhkan Desa Wisata Tebara sebagai desa wisata terbaik Indonesia berbasis budaya dan adat istiadat dalam ADWI 2023. Sandiaga menyatakan rasa bahagianya atas sambutan hangat masyarakat setempat terhadap kunjungan ini.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Berikan Bantuan DPUP kepada lima Desa Wisata di Jawa Barat
Sandiaga Uno Memperkaya Kapasitas dan Kompetensi UMKM Melalui AKI 2023
Sandiaga Uno Soroti Potensi Ekonomi Digital Indonesia dalam ISES 2023 Solo
Sandiaga Uno - Santri Sebagai Potensi Ekosistem Ekonomi Mandiri di Indonesia
Sandiaga Uno Salurkan Dukungan Inspiratif untuk Pelaku UMKM di Sektor Ekraf Probolinggo, Jawa Timur
Sandiaga Uno Ajak IPNU Bergandeng Tangan: Bersatu Memulihkan Ekonomi dan Membuka Peluang Kerja
Sandiaga Uno Kreatif Mengulek Bumbu Rujak Erok-erok Probolinggo: Workshop KaTa Kreatif 2023 Inspiratif
Sandiaga Uno: Mahasiswa Antusias Ikuti Wonderpreneur Fest 2023 di Poltekpar Lombok
Sandiaga Uno Ajak Pelaku Ekraf Lamongan, Jatim, Melebarkan Sayap Bisnis
Sandiaga Uno Mendorong Generasi Muda Mengembangkan Ekraf, Tradisi dan Budaya Lokal Jadi Unggulan